Menko Mahfud Md Akui Ruwetnya Regulasi Bikin Investasi Tersendat

Menko Mahfud Md Akui Ruwetnya Regulasi Bikin Investasi Tersendat

Terbaiknews - Jakarta - Pemerintah mengakui rumitnya regulasi di Indonesia berpotensi menghambat Investasi....

, Jakarta - Pemerintah mengakui rumitnya regulasi di Indonesia berpotensi menghambat Investasi. Utamanya dalam menghadapi situasi pendemo saat ini, tentu diperlukan modifikasi regulasi. Hal ini agar pengambilan keputusan dapat segera dilakukan, terlebih menyangkut pemulihan ekonomi.

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD menyebutkan birokrasi yang berbelit bisa membuat investor jengah.

â&;&;Mandek di birokrasinya. Harus melalui surat ini, surat itu. Keppres ini, Keppres itu, dan lain sebagainya. Sehingga orang frustasi. Di sini lalu nggak jadi,â&;&; kata Mahfud dalam diskusi daring, Sabtu (25/7/2020).

â&;&;Itu yang menyebabkan investasi kita tersendat-sendat,â&;&; imbuhnya.

Mahfud menilai masih banyak regulasi yang saling berbenturan satu sama lain. Untuk itu, Pemerintah menawarkan solusi perampingan regulasi melalui Omnibus Law. Namun dalam perjalanannya, gagasan ini menuai banyak kritik.

Padahal, kata Mahfud, dalam Omnibus Law ini regulasi dapat saling terintegrasi, baik bagi pekerja maupun pelaku usaha. Sehingga meminimalisir adanya tumpang tindih aturan satu sama lain.

Sebab, jika permasalahan di masing-masing sektor diselesaikan secara sendiri-sendiri, akan memakan waktu lebih lama. Serta tidak ada jaminan prosesnya akan selaras.

â&;&;Misalnya ada persoalan perdagangan. Diselesaikan di Departemen Perdagangan ternyata terhambat di bea cukai. Diselesaikan di bea cukai, terhambat di imigrasi, dan seterusnya. Sehingga orang menjadi bertanya, ini akan diselesaikan dari mana,â&;&; kata dia.

Â