Mengenal Fenomena Harga Saham GameStock yang Melejit Gara-gara Forum Reddit

Mengenal Fenomena Harga Saham GameStock yang Melejit Gara-gara Forum Reddit

Terbaiknews - NEW YORK- Harga saham perusahaan ritel yang menjual video game serta game console asal Amerika...

NEW YORK, - Harga saham perusahaan ritel yang menjual video game serta game console asal Amerika Serikat GameStop (GME) sempat menjadi sorotan lantaran harganya yang melambung pesat.

Puncaknya, pada Rabu (27/1/2021) lalu, harga saham GME menyentuh level tertinggi di kisaran 347,51 dollar AS per saham. Sepanjang pekan ini, saham Gamestop melejit hingga lebih dari 400 persen. Sementara bila dilihat sejak awal pekan ini, harga saham perusahaam game tersebut meroket hingga 685 persen.

Dilansir dari CNBC, saham perusahaan tersebut hanya bernilai 6 dollar AS pada empat bulan yang lalu.

Gamestop sendiri dalam beberapa tahun terakhir tak mencatatkan kinerja yang cemerlang. Perusahaan tersebut bahkan cenderung mengalami penurunan kinerja di tengah tren internet berkecepatan tinggi memungkinkan games untuk sekadar mendownload serta memainkan game mereka secara online.

Dilansir dari Time, bisnis GameStop saat ini bergantung pada penjualan game bekas, dan juga permintaan yang tinggi untuk perangkat PlayStation 5 serta Xbox Series X/S.

Selain itu, salah satu pendiri e-commerce Chewy, Ryan Cohen, yang bergabung dalam jajaran direksi juga memberikan optimisme terhadap keberlanjutan bisnis perusahaan tersebut.

Hal lain yang mendorong lonjakan harga saham GME yakni fenomena shot squeeze.

Fenomena tersebut muncul lantaran investor jangka pendek tengah berupaya mengurangi risiko kerugian. Cara tersebut dilakukan dengan meminjam dari sebuah perusahaan ketika harganya sedang naik, untuk kemudian kembali membeli saham yang sama ketika harganya naik sedikit dan menjualnya kembali.

Yang terjadi pada saham GameStop, transaksi dilakukan oleh investor dalam jumlah besar, dan menyebabkan mekanisme pasar kekurangan suplai. Harga saham GME kian melambung, dan kian banyak investor jangka pendek yang turut serta.

Meski menguntungkan bagi investor yang memegang saham tersebut sejak sebelum lonjakan harga, fenomena tersebut akan merugikan investor jangka pendek yang mengikuti tren belakangan.