Mendobrak Tradisi Wakaf Tradisional dengan Konsep Digital

Mendobrak Tradisi Wakaf Tradisional dengan Konsep Digital

Terbaiknews - KOMPAS.com - Sebagai salah satu negara dengan populasi muslim terbesar di duniamasyarakat...

KOMPAS.com - Sebagai salah satu negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, masyarakat Indonesia tentu tidak asing dengan istilah wakaf.

Secara sederhana, konsep wakaf didefinisikan sebagai memisahkan atau menyerahkan sebagian harta benda atau aset miliknya untuk dimanfaatkan selamanya atau dengan jangka waktu tertentu untuk keperluan ibadah atau kesejahteraan umum.

Saat ini, bentuk wakaf yang umum dan banyak dikenal masyarakat adalah berupa lahan ataupun dalam bentuk donasi aset lainnya. Pengelolaan aset wakaf pun masih terfokus untuk tujuan sosial keagamaan, seperti penyediaan fasilitas pemakaman, masjid, atau madrasah.

Pemahaman tersebut membuat wakaf terkesan hanya dapat dilakukan oleh kalangan masyarakat tertentu. Padahal, wakaf sebenarnya dapat menjadi instrumen ekonomi syariah yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber daya kehidupan masyarakat Indonesia

Hal tersebut diamini oleh Wakil Presiden Indonesia Ma’ruf Amin. Ia mengatakan, selama ini wakaf hanya dipahami sebatas wakaf tanah.

“ Wakaf sebenarnya tidak harus berupa benda tidak bergerak seperti tanah, tapi bisa juga berupa uang dan surat berharga,” kata Ma’ruf seperti diwartakan Kompas.com, Senin (14/9/2020).

Khusus wakaf uang, berdasarkan data Badan Wakaf Indonesia (2018), potensinya di Indonesia mencapai Rp 180 triliun per tahun.

Konsep wakaf asuransi digital

Wakaf tunai memiliki sejumlah bentuk. Salah satu yang tengah menjadi tren dan berpotensi besar untuk berkembang di Indonesia adalah wakaf asuransi.

CEO Generali Indonesia Edy Tuhirman mengatakan, kesadaran sosial masyarakat untuk berdonasi semakin tinggi di tengah kondisi pandemi Covid-19. Terbukti, inisiatif individu dalam membantu sesama semakin banyak.

“Selain itu, kondisi pandemi membuat risiko sakit dan meninggal dunia semakin tinggi sehingga minat terhadap asuransi meningkat,” ujar Edy dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (20/1/2021).