Lewat Program Pengukuran Kapal Gratis, Kemenhub Terbitkan 73.348  Pas Kecil dan 124.393 Buku Pelaut

Lewat Program Pengukuran Kapal Gratis, Kemenhub Terbitkan 73.348 Pas Kecil dan 124.393 Buku Pelaut

Terbaiknews - - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah melakukan kegiatan...

, - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah melakukan kegiatan Gerai Pengukuran Kapal dan Pemberian Pas Kecil serta Buku Pelaut Merah secara gratis untuk nelayan.

Direktur Perkapalan dan Kepelautan Hermanta mengatakan, hal tersebut dilakukan dalam rangka mempermudah dan mempercepat program sertifikasi kapal penangkap ikan dan kapal tradisional dengan Tonase Kotor (Gross Tonage/GT) kurang dari GT 7.

“Kemudahan proses pengurusan dokumen kapal dan dokumen pelaut sebagai bukti nyata kepedulian pemerintah kepada masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (4/2/2021).

Kemenhub Keluarkan Maklumat Pelayaran karena Cuaca Ekstrem, Simak Rinciannya

Hermanta mengungkapkan, hingga 30 November 2020 pihaknya telah menerbitkan pas kecil kepadq 73.348 kapal.

Kemudian penerbitan buku pelaut merah untuk nelayan sejumlah 124.393 yang terdiri dari penerbitan tahun 2018 sebanyak 10.741 buku, penerbitan tahun 2019 sebanyak 70.676 buku dan penerbitan tahun 2020 sebanyak 42.976 buku.

Dia menegaskan, setiap kapal yang terdaftar di Indonesia dan berlayar di laut wajib memiliki Surat Tanda Kebangsaan Kapal, termasuk bagi kapal di bawah GT 7 sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran.

“Pas Kecil merupakan dokumen penting yang dapat digunakan sebagai dokumen kepemilikan kapal, Surat Tanda Kebangsaan Kapal, Dokumen Kelengkapan Berlayar, keamanan melakukan pelayaran, jaminan kredit usaha, serta memberikan kemudahan pendataan jika terjadi bahaya di laut atau saat berlayar,” tuturnya.

Hermanta berharap, adanya kegiatan pelayanan gratis ini dapat diketahui dan dinikmati oleh masyarakat luas, sehingga akan lebih banyak kapal yang melakukan sertifikasi serta pelaut dalam hal ini nelayan yang mengantongi buku pelaut merah.

“Pengguna jasa itu bisa melakukan kegiatan dengan biaya yang sangat minim sehingga membantu perekonomian nasional,” ucapnya.

Berita dengan kategori