Laba Bank Mandiri Tahun 2020 Turun 38 Persen Jadi Rp 17,1 Triliun, Ini Sebabnya

Laba Bank Mandiri Tahun 2020 Turun 38 Persen Jadi Rp 17,1 Triliun, Ini Sebabnya

Terbaiknews - - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk membukukan laba bersih secara konsolidasian sebesar Rp 171...

, - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk membukukan laba bersih secara konsolidasian sebesar Rp 17, 1 triliun sepanjang tahun 2020.

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan, pertumbuhan laba itu terkontraksi sebesar 38 persen dibanding tahun sebelumnya. Namun dia optimistis kinerja perseroan menggeliat tahun ini.

“Kami cukup percaya diri dengan respon yang kami lakukan pada situasi pandemi ini. Oleh karena itu, meski laba bersih tahun lalu terkontraksi 38 persen, kami optimis kinerja Bank Mandiri akan mengalami rebound pada tahun ini,” ucap Darmawan dalam paparan kinerja secara virtual, Kamis (28/1/2021).

Bank Mandiri Proyeksi Sektor-sektor Ini Akan Tumbuh Cepat pada 2021

Darmawan menuturkan, penurunan laba tak lepas dari masih terkontraksinya kredit saat restrukturisasi kredit masih tetap dijalani. Penyaluran kredit perseroan tercatat masih terkontraksi 1,61 persen secara tahunan (year on year/yoy) secara ending balance.

Kendati demikian secara konsolidasi, pertumbuhan kredit average balance masih tumbuh 7,08 persen (yoy) menjadi Rp 871,3 trilun.

Untuk menekan NPL, pihaknya menerapkan kebijakan penyaluran kredit secara prudent dan selektif dengan mempertimbangkan sektor yang masih potensial dan pemulihannya lebih cepat. Hasilnya, NPL perseroan secara konsolidasi berada di level 3,09 persen.

"Ini mengindikasikan bahwa strategi penyaluran kredit Bank Mandiri telah sejalan dengan keinginan untuk tumbuh secara sustain dalam jangka panjang," ujar Darmawan.

Adapun karena belum pulihnya demand kredit, perseroan juga melakukan counter-balancing dengan terus memacu efisiensi, baik dari penurunan cost of fund maupun penghematan biaya operasional.

Bank Mandiri mampu menurunkan cost of fund sebesar 33 basis poin (yoy) menjadi 2,53 persen di Desember 2020 sedangkan biaya operasional hanya tumbuh 1,42 persen, dibandingkan kenaikan biaya operasional periode sebelumnya yang mencapai 6,68 persen.

Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) bank tumbuh dobel digit, yakni mencapai 12,24 persen (yoy) menjadi Rp 1.043,3 triliun. Tumbuhnya DPK lebih baik dibanding industri perbankan sebesar 11,1 persen.

Tak hanya itu, pencapaian laba juga didorong oleh pertumbuhan fee based income yang tumbuh sebesar 4,9 persen (yoy) menjadi Rp 28,7 triliun.

"Dari sisi laba rugi, pendapatan bunga turun 4,95 persen namun diimbangi penurunan beban bunga sekitar 3 persen. Oleh karena itu, tekanan NII dapat dijaga tidak terlalu dalam," kata dia.

Bank Mandiri Bakal Tingkatkan Sinergi dengan 25 BPD dan 4 Bank Regional