Kemenhub Kaji Subsidi Rapid Test untuk Penumpang Kereta Api

Kemenhub Kaji Subsidi Rapid Test untuk Penumpang Kereta Api

Terbaiknews - KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian...

, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian berencana memberikan subsidi rapid test bagi penumpang kereta api.

Direktur Jenderal Perkeretaapian, Zulfikri mengatakan, rencana pemberian subsidi ini masih didiskusikan dengan operator kereta.

"Termasuk di sini ada pemberian subsidi untuk rapid test terhadap penumpang kereta api, ini juga merupakan salah satu upaya untuk memberikan kepercayaan kepada penumpang masyarakat terhadap pelayanan KA," kata Zulfikri dalam konferensi pers, Kamis (17/9/2020).

Kereta Api Paling Rentan Penularan Covid-19? Ini Kata PT KAI

Zulfikri menuturkan, subsidi rapid test merupakan satu dari tiga subsidi yang direncanakan.

Dua subsidi lainnya berupa pembayaran pengoperasian KA Perintis pada semester I dan pengalokasian anggaran untuk pembayaran penjagaan dan aset lintas perintis, serta penyesuaian PSO akibat pembatasan penumpang.

Pemberian subsidi kepada operator itu dilakukan agar operator kereta bisa menjaga keberlangsungan usahanya di tengah pandemi Covid-19.

Pasalnya, jumlah penumpang kereta api terus menurun sejak PSBB diberlakukan pada Maret 2020.

"Ini yang dihadapi oleh para operator. Karena pandemi sangat memberikan dampak yang besar terhadap industri jasa transportasi. Kita berikan bagaimana bisa survive atau menjaga keberlangsungan usahanya tetap berjalan," paparnya.

Libur Panjang, Perjalanan Kereta Jarak Jauh Naik 49 Persen

Kemenhub mencatat, jumlah penumpang KA antar kota masih di bawah 50 persen dari pembatasan maksimum 70 persen.

Pada Agustus 2020, okupansi penumpang mencapai 47 persen, namun menurun jadi 27 persen pada September 2020.

Begitu pula dengan kereta KRL Jabodetabek. Okupansi rata-rata harian kurang dari 30 persen, padahal okupansi maksimal di dalam kereta diperbolehkan sekitar 43 persen.

Ada penurunan pada September menjadi 26 persen dari bulan sebelumnya sebesar 27 persen.

"Upaya untuk meminimalisir tingkat penularan di kereta, sudah dilakukan sesuai dengan SE maupun para operator kita. Di antaranya sekarang untuk KRL diberikan sirkulasi udara di dalam kereta di samping implementasi 3 M," pungkasnya.