Hadirkan Program #TerusUsaha di Jawa Tengah, Grab Sasar Pedagang di 55 Pasar Tradisional

Hadirkan Program #TerusUsaha di Jawa Tengah, Grab Sasar Pedagang di 55 Pasar Tradisional

Terbaiknews - KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 membuat transformasi digital bukan lagi pilihanmelainkan sebuah...

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 membuat transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keniscayaan bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah ( UMKM).

Oleh sebab itu, untuk mendorong kesiapan para pelaku UMKM menghadapi era ekonomi digital, aplikasi serbabisa Grab meluncurkan program .

Setelah sukses diluncurkan di Manado, Palembang, Bandarlampung, Balikpapan, dan Yogyakarta, Grab meghadirkan program tersebut di Jawa Tengah, Kamis (23/7/2020).

“Program kami hadirkan di Jawa Tengah untuk menjadi solusi agar UMKM dapat lebih mudah melakukan digitalisasi bisnis dan agar mereka mampu bertahan di tengah krisis,” ujar Head of West Indonesia Grab Indonesia Richard Aditya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Program di Jawa Tengah menyasar ratusan pedagang dari 55 pasar tradisional di Solo, Kudus, Pati, Tegal, dan Magelang. Bekerja sama dengan pemerintah daerah, Grab mendorong ratusan pedagang tersebut memanfaatkan platform digital untuk berjualan.

Saat ini sudah ada 640 pedagang dari kelima pasar tersebut yang bergabung dengan platform Grab.

Grab Luncurkan Program , Kini Giliran Yogyakarta

Pelanggan dapat berbelanja barang kebutuhan dari pedagang-pedagang tersebut dengan memasukkan lokasi pasar, mencatat barang belanjaan yang ingin dibeli, dan memasukkan estimasi harga pada aplikasi GrabAssistant.

Mitra pengantaran GrabAssistant akan membantu pelanggan berbelanja di pasar yang dipilih dan mengantarkannya ke alamat mereka.

Langkah Grab membangkitkan perekonomian melalui teknologi ini pun disambut baik oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Menurutnya, program ini mampu mendorong percepatan digitalisasi para pelaku UMKM di Jawa Tengah.

“Grab merupakan bagian dari siklus rantai dalam bagian dari digitalisasi cara berdagang dan transportasi pengantaran,” kata Ganjar.

Begini Cara Mitra Grab di Manado Bertahan pada Era Kenormalan Baru