Dikelola Changi Airport, Menhub Bantah Jual Bandara Komodo ke Asing

Dikelola Changi Airport, Menhub Bantah Jual Bandara Komodo ke Asing

Terbaiknews - Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyatakan tak menjual Bandara Komodo di...

, Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyatakan tak menjual Bandara Komodo di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk dikelola oleh pihak swasta dan asing.

Dia menegaskan, hanya memberikan hak kelola kepada konsorsium Cardig Aero Service (CAS) dan Changi Airports International PTE LTD (CAI) selama 25 tahun hingga 2044.

"Sebelumnya saya tegaskan satu, airport ini tidak dijual ke konsorsium, hanya mendapatkan izin konsesi selama 25 tahun. Kedua, investor atau pengelola menginvestasi sejumlah uang yang luar biasa, yaitu lebih dari Rp 1,2 triliun," ujar dia pasca penandatanganan KPBU Bandara Komodo di Gedung Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (7/2/2020).

Sebagai informasi, konsorsium CAS tercatat sebagai pemegang saham mayoritas pada PT Cinta Airport Flores (CAF) selaku pengelola Bandara Komodo, yakni sebesar 80 persen. Sementara 20 persen porsi saham lainnya dikuasai oleh Changi Airports International PTE LTD (CAI).

Menurut Menhub Budi, perjanjian Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) untuk Bandara Komodo ini dilakukan dengan tujuan mendapat pendanaan lebih untuk mengembangkan lapangan udara lainnya di Tanah Air.

"Mengapa kami lakukan ini, supaya uang yang semestinya untuk pengembangan Labuan Bajo kami bisa kembangkan untuk pelabuhan atau bandara lain yang ada di Aceh, Sulawesi Utara dan sebagainya," ungkap dia.

Sementara Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama mengungkapkan, pengembangan Bandara Komodo menjadi penting lantaran tempat ini merupakan pintu masuk menuju Labuan Bajo yang dijadikan sebagai salah satu dari lima Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Super Prioritas di 2020.

"Kami harpakan dengan adanya Airport Komodo yang nantinya akan direnovasi dan diperbaiki segala macam, sesuatunya ini akan dapat mendatangkan wisatawan dari mancenegara dan akan mendatangkan lebih banyak wisatawan ke Indonesia, khususnya Labuan Bajo. Saya pikir ini adalah hal yang sangat penting untuk kemajuan destinasi Labuan Bajo ke depan," tuturnya.