Debut Perdana BSI di Bursa, Berikut Analisis Saham BRIS

Debut Perdana BSI di Bursa, Berikut Analisis Saham BRIS

Terbaiknews - - PT Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan kode saham BRIS baru saja memulai debut perdananya di...

, - PT Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan kode saham BRIS baru saja memulai debut perdananya di Bursa Efek Indonesia (BRIS), Kamis (4/2/2021).

BRIS merupakan hasil merger dari tiga perusahaan perbankan syariah, Bank Mandiri Syariah, BRI Syariah dan BNI Syariah.

Melansir RTI, di awal perdagangan BRIS sempat melaju di zona hijau hingga menembus level Rp 2.840 per lembar saham atau naik 90 poin dibanding pembukaan sebelumnya di level 2.750. Namun menjelang penutupan sesi I BRIS cenderung melaju datar dengan penurunan 1,09 persen di level 2.720.

Debut Perdana, BSI Masuk Top 10 Saham Syariah dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar

Analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani mengatakan, secara teknikal saham BRIS saat ini sedang berada dalam kecenderungan downtrend atau bearish. Downtrend atau bearish yang dimaksud adalah suatu keadaan dimana pasar financial dengan kecenderung turun.

“BRIS konsolidasi di level 2.470 sampai dengan 2.900 pada jangka pendek, sedangkan untuk trend jangka menengah masih berada pada area downtrend,” kata Hendriko kepada Kompas.com.

Berbeda dengan, Analis Artha Sekuritas Dennis Christopher yang menyebut secara teknikal saham BRIS cenderung berpotensi menguat dalam jangka pendek.

“Saya lihat dalam jangka pendek masih ada potensi penguatan, dengan target harga Rp 3.000 per saham,” jelas Dennis.

Cerita Erick Thohir Dibisiki Jokowi soal Bank Syariah Indonesia

Menjelang penutupan sesi I, total transaksi BRIS mencapai Rp 488,4 miliar dengan volume 175,6 juta saham. Adapun kapitalisasi market BRIS mencapai Rp 112,01 triliun. Asing mencatatkan aksi jual bersih sebanyak Rp 13,4 miliar saham di seluruh pasar.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan tujuan bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.