Antara Bakti dan Wujudkan Mimpi, Ini Strategi Jadi Generasi Sandwich Andalan

Antara Bakti dan Wujudkan Mimpi, Ini Strategi Jadi Generasi Sandwich Andalan

Terbaiknews - – Roni Suhendra (35) atau akrab disapa Roni adalah seorang kepala keluarga dengan istri dan...

, – Roni Suhendra (35) atau akrab disapa Roni adalah seorang kepala keluarga dengan istri dan dua orang anak. Rumahnya di Jakarta. Selain tinggal bersama keluarga intinya, Roni juga tinggal satu rumah dengan ibu mertua.

Hari-hari Roni tampak sibuk. Memang, selama masa pandemi Covid-19, ia bekerja dari rumah sehingga memiliki waktu yang lebih fleksibel. Namun, waktunya jadi terasa lebih padat dibandingkan sebelum masa pandemi.

Pagi hari sampai menjelang sore, ia bekerja. Di sela-sela menjalani pekerjaannya, ia harus membimbing si buah hati mengerjakan tugas sekolah. Di samping itu, ia bersama istri juga harus merawat sang ibu yang sudah mulai sakit-sakitan.

Selain waktu yang padat setiap hari, Roni punya masalah lain dari segi finansial. Selama pandemi, ia harus rela menerima pemotongan gaji karena perusahaan tempat ia bekerja ikut terdampak pandemi.

Di lain sisi, pengeluarannya tetap sama atau bahkan lebih banyak. Ada pemenuhan kebutuhan sehari-hari, pengeluaran biaya sekolah, pengobatan sang ibu, dan pengeluaran tak terduga lainnya.

Bila diibaratkan, kondisi Roni saat ini bagaikan olahan daging pada sandwich yang terjepit di antara dua tangkup roti.

Sayangnya, nikmatnya makanan sandwich tidak tergambar dalam keseharian Roni sebagai generasi sandwich, yaitu mereka yang berusia produktif tetapi terjepit di antara dua tugas utama, membesarkan anak dan merawat orangtua.

Mengutip Kompas.id (26/6/2020), istilah generasi sandwich pertama kali diperkenalkan pada 1981 oleh Elaine Brody dan Dorothy Miller, dua ahli gerontologi—ilmu sosial yang mempelajari tentang lanjut usia.

Pada masa itu, titel generasi sandwich disandang oleh baby boomers, tetapi seiring berjalannya waktu pada 1990-an hingga 2000-an, titel ini seperti diestafetkan kepada generasi X. Saat ini, titel generasi sandwich perlahan berpindah ke tangan generasi Y.

Kondisi terjepit di antara tanggung jawab merawat dua generasi di dalam keluarga membuat mereka yang masuk kategori generasi sandwich memiliki persoalan terkait kemandirian menjalani hidup.