Akhiri Tahun 2020, BI Berpeluang Turunkan Suku Bunga Jadi 3,5 Persen

Akhiri Tahun 2020, BI Berpeluang Turunkan Suku Bunga Jadi 3,5 Persen

Terbaiknews - - Bank Indonesia ( BI) diproyeksi kembali menurunkan suku bunga acuan Bi 7 Days (Reserve) Repo...

, - Bank Indonesia ( BI) diproyeksi kembali menurunkan suku bunga acuan Bi 7 Days (Reserve) Repo Rate (BI-7DRR) sebesar 25 basis poin (bps) ke level 3,50 persen.

Peneliti Ekonomi Senior Institut Kajian Strategis (IKS), Eric Alexander Sugandi mengatakan, penurunan suku bunga ini bakal berlanjut sebelum bank sentral kembali menaikkan di level 4 persen pada 2021 mendatang.

"Dengan perkembangan terakhir kebijakan suku bunga BI ini, IKS Universitas Kebangsaan RI merevisi proyeksi suku bunga BI-7DRR menjadi 3,50 persen untuk akhir tahun dari sebelumnya 4 persen," kata Eric dalam laporannya, Senin (23/11/2020).

BI Ingin Bank Turunkan Suku Bunga Kredit

Eric menuturkan, kebijakan ini sedikit banyak mempertimbangkan surplusneraca pembayaran dan surplus neraca perdagangan hingga akhir tahun 2020.

BI mencatat, Indonesia mengalami surplus neraca pembayaran sebesar 2,1 miliar dollar AS di kuartal III 2020.

Rinciannya, surplus sebesar 1 miliar dollar AS pada neraca transaksi berjalan atau 0,4 persen dari PDB dan surplus sebesar 1 miliar dollar AS pada neraca modal dan finansial.

Lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, neraca perdagangan RI juga mengalami surplus sebesar 3,6 miliar dollar AS pada Oktober 2020.

Nilai ekspornya senilai 14,4 miliar dollar AS dan impor sebesar 10,8 miliar dollar AS. Ekspor naik 7,8 persen secara bulanan (month to month/mtm) disebabkan oleh kenaikan ekspor nonmigas ke negara-negara tujuan ekspor.

"IKS memperkirakan surplus neraca perdagangan Indonesia akan berada di kisaran 19-22 miliar dollar AS sepanjang tahun 2020," papar Eric.

Sebelumnya, BI-7DRR kembali dipangkas sebesar 25 bps menjadi 3,75 persen pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan November 2020. Tercatat BI sudah 5 kali menurunkan suku bunga sepanjang tahun 2020.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, keputusan diambil mempertimbangkan tingkat inflasi yang rendah dan stabilitas eksternal yang terjaga langkah lanjutan untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

"BI berkomitmen mendukung penyediaan likuditas termasuk dukungan pada pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional," kata Perry dalam jumpa pers pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur bulan November, Kamis (19/11/2020).

Akhir Tahun, BI Bakal Pangkas Suku Bunga Acuan Lagi?