Reshuffle Kabinet Dikhawatirkan Bikin Tambah Masalah di Tengah Pandemi Covid-19

Reshuffle Kabinet Dikhawatirkan Bikin Tambah Masalah di Tengah Pandemi Covid-19

Terbaiknews - Politikus NasDem Saan Mustofa menilai perombakan kabinet bukan jalan keluar untuk menggenjot kerja...

Politikus NasDem Saan Mustofa menilai perombakan kabinet bukan jalan keluar untuk menggenjot kerja pemerintah di tengah pandemi Covid-19. Dia khawatir perombakan kabinet justru membuat gaduh dan memperbesar masalah.

Hal itu dikatakan Saan Mustofa menanggapi hasil survei Indikator Politik Indonesia mengenai kinerja kabinet di mata pengusaha. Dalam survei itu hanya empat menteri, Menkeu Sri Mulyani, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang mencapai tingkat kepuasan di atas 50 persen.

"Jangan-jangan ketika reshuffle sebagai sebuah wacana digulirkan, ini malah menimbulkan kegaduhan baru yang bukan menyelesaikan masalah justru memperbesar dan memperparah masalah yang ada," ujar Saan dalam pemaparan survei, Kamis (23/7).

Saan menilai, lebih baik kementerian-kementerian mengkonsolidasi dan mensinergikan kinerjanya di bawah komando presiden. Agar tidak ada pandangan berbeda-beda antar kementerian menghadapi pandemi.

Perombakan kabinet lebih baik dilakukan setelah keluar dari krisis.

"Mungkin pilihan reshuffle sebagai sebuah bentuk pertanggungjawaban para menteri terhadap kinerja di tengah krisis ini mungkin saja bisa dilakukan tapi ketika kondisi sudah mulai membaik," jelasnya.

Sementara, politikus Demokrat Mulyadi melihat hasil survei Indikator ini mengkonfirmasi bahwa kinerja kabinet tidak sesuai harapan, terutama kalangan pelaku usaha.

"Ini terkonfirmasi pak, terkonfirmasi bahwa kinerja kabinet sangat rendah dan jauh dari harapan masyarakat," kata dia.

Sehingga, perlu ada perbaikan di kabinet kerja. Misalnya dengan melakukan perombakan.

"Maka dari itu persepsi publik atau harapan pengusaha ke depan harus ada perbaikan. Saya tidak tahu persis perbaikan itu apakah harus reshuffle atau apapun bentuknya," kata Mulyadi. [gil]

COVID-19 Detais Indonesia

Berita dengan kategori