COVID-19 bertambah, Mahfud: pemerintah minimalisir penyebaran virus

COVID-19 bertambah, Mahfud: pemerintah minimalisir penyebaran virus

Terbaiknews - Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator bidang PolitikHukum dan Keamanan (Menko Polhukam)Mahfud...

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD menyebutkan pemerintah berupaya untuk meminimalisir penyebaran virus Corona jenis baru, COVID-19 menyusul bertambahnya pasien positif COVID-19 yang mencapai 227 orang.
"Kita sampai sekarang menegaskan diri untuk meminimalisir dan menghalau COVID-19 dengan pendekatan social distancing. Kita tidak lakukan lockdown," kata Mahfud dalam rekaman suara yang dikirim melalui WhatsApp Group Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu.

Mahfud sendiri membatasi pertemuannya dengan media massa untuk meminimalisir penyebaran Virus Corona, sehingga pernyataan Mahfud disampaikan melalui WhatsApp Group Kemenko Polhukam.
Aparat keamanan sendiri, kata dia, sudah disiapkan untuk menangkap pelaku yang menimbun barang dan membuat hoaks.
"Protokol pengamanan sudah dibuat oleh gugus tugas berbagai kementerian. Sekarang sudah menyiapkan berbagai peralatan dan berbagai hal lain yang dibutuhkan masyarakat. Itu sudah dikonsentrasikan kesana. Nah itu sekarang yang dilakukan dan sejauh ini masih cukup aman seperti kita lihat semuanya, yang penting masyarakat tertib yang penting masyarakat tahu bahwa ini demi keselamatan bersama," kata Mahfud.

Ia menambahkan dalam penanganan COVID-19 ini perlu dalam satu komando demi keselamatan bersama, dimana Presiden Jokowi sudah membentuk task force yang dipimpin Kepala BNPB Doni Monardo.
Hingga saat ini total kasus positif Virus Corona jenis baru (COVID-19) di Indonesia bertambah menjadi 227 orang. Ada penambahan 55 kasus positif Corona di Indonesia.
"Total keseluruhan sampai dengan sekarang ada 227 kasus positif ," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Jakarta, Rabu.