YLKI Akui Pelayanan BPJS Kesehatan Makin Meningkat

YLKI Akui Pelayanan BPJS Kesehatan Makin Meningkat

Terbaiknews - Ilustrasi petugas BPJS Kesehatan tengah melayani peserta JKN-KIS secara non tatap muka guna menghindari risiko paparan Covid-19. (BPJS Kesehatan for JawaPos.com)

JawaPos.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terus meningkatkan pelayanannya. Apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini yang mana kesehatan merupakan hal terpenting untuk diperhatikan.

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi pun mengakui adanya peningkatan layanan kesehatan secara menyeluruh yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan.

“Saya kira harapannya sudah dipenuhi, artinya selama pandemi khususnya dan general (umum), BPJS Kesehatan sudah bekerja dengan keras untuk melayani masyarakat, konsumen dan melebihi apa yang diharapkan,” jelasnya beberapa waktu lalu.

Pasalnya, berdasarkan data BPJS Kesehatan per 1 Oktober 2020, peserta program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) terus meningkat dengan saat ini berjumlah 223.059.270 jiwa, artinya 83 persen dari total penduduk Indonesia telah menjadi peserta dan pertumbuhan ini terus terjadi dari tahun ke tahun.

Pada 2014, keikutsertaan peserta sebanyak 133,4 juta jiwa, lalu pada 2015 sebesar 156,8 juta jiwa dan pada 2017 berjumlah 187,8 juta jiwa. Kemudian di tahun 2018 bertambah menjadi 208,1 juta jiwa dan pada 2019 sebesar 224,1 juta jiwa.

Apalagi keberlangsungan wabah Covid-19 tidak ada yang tahu kapan selesainya. Jadi, kesehatan adalah perhatian seluruh pihak, bukan hanya pemerintah namun juga masyarakat itu sendiri. Maka dari itu, meskipun sudah bagus, dia meminta BPJS Kesehatan terus berkomitmen meningkatkan pelayanannya.

“Kita tahu kan ekspektasi masyarakat itu tidak ada batasnya, jadi harus tetap ada upaya inovasi layanan JKN (jaminan kesehatan nasional), baik yang dikelola BPJS dan mitra dalam hal ini faskes (fasilitas kesehatan), khususnya FKTP (fasilitas kesehatan tingkar pertama) dan FKRTL (fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan) yang menjadi krusial,” pungkasnya.