Xi Jinping Kalahkan Trump, Ini Sejarah Perang Dagang China-AS

Xi Jinping Kalahkan Trump, Ini Sejarah Perang Dagang China-AS

Terbaiknews - JakartaCNBC Indonesia - Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) mengumumkan "akhir" dari perang dagang...

Jakarta, CNBC Indonesia - Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) mengumumkan "akhir" dari perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China yang sudah berlangsung selama sekitar tiga tahun terakhir.

Pada Rabu (16/9/2020), WTO memutuskan bahwa AS sebagai pihak yang "kalah", dengan menyatakan bahwa AS melanggar aturan perdagangan global dengan memberlakukan tarif miliaran dolar dalam perang dagangnya dengan China.


Dalam panel yang beranggotakan tiga orang, WTO mengatakan bea masuk AS melanggar aturan perdagangan karena hanya berlaku untuk China. AS juga bersalah karena menerapkan tarif di atas tarif maksimum yang disepakati. WTO juga merasa AS tidak memiliki alasan yang cukup kuat untuk menerapkan tarif-tarif itu.
"Panel sangat menyadari konteks yang lebih luas di mana sistem WTO saat ini beroperasi. Di mana saat ini terjadi serangkaian ketegangan perdagangan global yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata lembaga itu dalam kesimpulannya.

Sebagai solusi, panel merekomendasikan AS mengambil tindakan yang sesuai dengan kewajibannya. Kedua ekonomi di dunia itu juga diminta bekerja sama menyelesaikan sengketa secara menyeluruh.

Keputusan tersebut pun ditanggapi dengan baik oleh China. Negara itu mengatakan mendukung keputusan WTO dan meminta AS mendukung sistem perdagangan multilateral dan menghormati aturan yang ada.

Namun di sisi lain, negara yang dipimpin Presiden Donald Trump malah mengatakan kemungkinan akan mengajukan banding.

"Laporan panel ini menegaskan apa yang telah dikatakan pemerintahan Trump selama empat tahun. (Bahwa) WTO sama sekali tidak memadai untuk menghentikan praktik teknologi berbahaya China," kata Perwakilan Dagang Robert Lighthizer, sebagaimana ditulis Reuters.

Lalu, apa yang sebenarnya terjadi hingga kedua negara terlibat perang dagang? Berikut penjelasannya.

Sejarah Perang Dagang AS-China

Perang dagang AS-China bermula pada awal 2018. Ketika itu, Presiden AS Donald Trump menyebut beberapa negara di dunia, utamanya China, telah merugikan AS melalui praktik perdagangan yang tidak adil. Perang dagang juga terjadi karena AS banyak mencatatkan defisit dalam perdagangannya dengan negara lain.

Melalui cuitan di Twitter pada 2 Maret 2018, Trump mengatakan perang dagang itu baik dan mudah untuk dimenangkan.

"Ketika suatu negara (AS) kehilangan miliaran dolar karena perdagangan dengan hampir setiap negara yang berbisnis dengannya, perang dagang itu baik dan mudah dimenangkan. Contoh, ketika kita memiliki defisit US$100 miliar dengan negara tertentu dan mereka menjadi "manja", jangan berdagang lagi - kita menang besar. Mudah!" tulisnya.

Sejak saat itu, Gedung Putih terus mengejar tujuannya untuk merombak kesepakatan dagang global dengan meluncurkan serangan tarif impor terhadap China yang diikuti dengan serentetan pembicaraan dagang yang masih berlangsung hingga saat ini.

Namun sebenarnya, perang dagang AS-China sudah lama menjadi tujuan Trump. Sebelum meluncurkan kampanye kepresidenannya pada tahun 2015, Trump telah berulang kali menyatakan keluhannya agar China mengubah praktik dagangnya.

Melalui sebuah postingan twitter pada Mei 2014, ia mengatakan: "Ingat, China bukan teman Amerika Serikat!"

Trump bahkan menjadikan masalah dengan China sebagai amunisinya untuk memenangkan pemilu presiden pada 2016.