Waspada! Kasus Corona Indonesia Sudah 97 Ribu, Hari Ini Saja Ada 1.868

Waspada! Kasus Corona Indonesia Sudah 97 Ribu, Hari Ini Saja Ada 1.868

Terbaiknews - JakartaIDN Times - Satgas Penanganan COVID-19 meliris data perkembangan COVID-19 di Indonesia per...

Jakarta, IDN Times - Satgas Penanganan COVID-19 meliris data perkembangan COVID-19 di Indonesia per Sabtu (25/7/2020). Terjadi penambahan 1.868 kasus baru COVID-19 hari ini. Dengan demikian, total kasus COVID-19 sudah mencapai 97.286.

Jawa Timur kembali menjadi provinsi dengan kasus baru terbanyak yaitu 376, sehingga kasus COVID-19 di Jawa Timur tembus 20.256 hari ini.

1. Sebaran COVID-19 di 34 provinsi di Indonesia

Waspada! Kasus Corona Indonesia Sudah 97 Ribu, Hari Ini Saja Ada 1.868Ilustrasi Ruang Isolasi Mandiri COVID-19 di Gresik, Jawa Timur. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

Virus corona telah menyebar di 34 provinsi di Indonesia. Berikut ini data rincian penyebarannya:

1. Aceh 168 kasus
2. Bali 3.114 kasus
3. Banten 1.724 kasus
4. Bangka Belitung 186 kasus
5. Bengkulu 200 kasus
6. Yogyakarta 536 kasus
7. DKI Jakarta 18.741 kasus
8. Jambi 139 kasus
9. Jawa Barat 5.988 kasus
10. Jawa Tengah 8.336 kasus
11. Jawa Timur 20.256 kasus
12. Kalimantan Barat 365 kasus
13. Kalimantan Timur 1.134 kasus
14. Kalimantan Tengah 1.587 kasus
15. Kalimantan Selatan 5.540 kasus
16. Kalimantan Utara 266 kasus
17. Kepulauan Riau 354 kasus
18. Nusa Tenggara Barat 1.883 kasus
19. Sumatera Selatan 3.228 kasus
20. Sumatera Barat 864 kasus
21. Sulawesi Utara 2.216 kasus
22. Sumatera Utara 3.371 kasus
23. Sulawesi Tenggara 752 kasus
24. Sulawesi Selatan 8.748 kasus
25. Sulawesi Tengah 201 kasus
26. Lampung 247 kasus
27. Riau 367 kasus
28. Maluku Utara 1.409 kasus
29. Maluku 1.016 kasus
30. Papua Barat 388 kasus
31. Papua 2.832 kasus
32. Sulawesi Barat 187 kasus
33. Nusa Tenggara Timur 137 kasus
34. Gorontalo 7696 kasus

Dalam proses verifikasi lapangan 10 kasus.

2. Telah terbukti, COVID-19 menular melalui airborne

Waspada! Kasus Corona Indonesia Sudah 97 Ribu, Hari Ini Saja Ada 1.868Ilustrasi Ruang Kantor (IDN Times/Besse Fadhilah)

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof Amin Soebandrio mengungkapkan, virus COVID-19 dapat menyebar melalui udara dan hal ini bukan suatu temuan baru, bahkan telah dicurigai sejak awal kemunculan COVID-19.

"Jika ada droplet kemudian ada aliran udara yang cukup kuat (virus COVID-19) bisa terbawa angin dan terbang karena volumenya jadi lebih kecil, relatif ringan karena kadar airnya berkurang," ujarnya saat dihubungi IDN Times, Selasa 7 Juli 2020.

Amin menerangkan, virus COVID-19 bisa keluar bersama droplet (cairan) yang dihasilkan ketika bersin atau batuk. Droplet yang menempel pada benda-benda yang tersentuh orang lain bisa menularkan virus-virus tersebut.

Namun, sebagian virus menyebar lewat udara (airborne) saat droplet berubah menjadi partikel yang lebih kecil dan mudah menyebar di udara.

"Sebagian besar memang menular melalui droplet, tapi dalam situasi tertentu bisa. Seperti di rumah sakit saat dilakukan prosedur pemasangan ventilator, pengisapan lendir, atau terapi nebulizer," jelasnya.

Bahkan menurut Amin, sudah ada bukti dari pengamatan bahwa virus COVID-19 menular melalui airbone. Dia mencontohkan kasus di suatu restoran yang tertutup, misal pengunjung di meja yang bersin maka virus bisa saja satu ruangan kena.

"Ini juga bisa terjadi di ruang kerja, di perkantoran dengan AC split serta tertutup maka droplet bisa terembus udara dan hanya berputar satu ruangan," imbuhnya.

3. Kasus positif COVID-19 di dunia mencapai 15,9 juta orang

Waspada! Kasus Corona Indonesia Sudah 97 Ribu, Hari Ini Saja Ada 1.868Bantuan 100 ventilator dari Amerika Serikat (Instagram.com/usembassyjkt)

Mengutip situs worldometers.info, hingga 25 Juli 2020 pukul 15.57 WIB, secara global terdapat 15.961.091 orang terpapar virus corona. Kasus terbanyak masih berada di Amerika Serikat dengan 4.248 kasus.

Dari 15,6 juta kasus itu, 643.118 di antaranya meninggal dunia. Sementara pasien yang sembuh mencapai 9.757.011 orang.

4. Pengertian dan gejala-gejala COVID-19

Waspada! Kasus Corona Indonesia Sudah 97 Ribu, Hari Ini Saja Ada 1.868Ilustrasi Rapid Test Plasma (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama Virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui. Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Tiongkok, pada akhir Desember 2019. Virus ini telah menyebar ke wilayah lain di Tiongkok dan ratusan negara, termasuk Indonesia.

Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Hingga saat ini belum ada obat atau vaksin yang mampu membunuh Virus Corona. Kendati, persentase kesembuhan COVID-19 cukup tinggi. Di beberapa negara seperti Vietnam angka kesembuhannya mencapai 100 persen. Bahkan, beberapa pakar kesehatan menyebut COVID-19 bisa sembuh sendiri jika imun penderitanya bagus. Sebaliknya, rata-rata angka kematian akibat corona berdasarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) per Selasa 17 Maret 2020, sebesar 4,07 persen. Sementara di Indonesia, hingga Kamis 19 Maret 2020 mencapai 8,37 persen.

Bagaimana gejala virus corona? Infeksi COVID-19 bisa menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan sakit kepala atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Tapi dalam beberapa kasus, pasien positif Corona tak menunjukkan gejala khusus.

Hari pertama, penderita virus corona mengalami demam atau suhu tinggi, nyeri otot, dan batuk kering. Sebagian kecil diare atau mual beberapa hari sebelumnya. Ada juga yang hilang penciuman. Hari kelima, penderita kesulitan bernapas, terutama penderita lansia atau mereka yang memiliki penyakit kronis.

Hari ketujuh, menurut penelitian Universitas Wuhan, gejala yang dialami penderita mulai semakin parah. Penderita biasanya perlu dirawat di rumah sakit. Hari kedelapan, penderita dengan kasus yang parah memperlihatkan sindrom gangguan pernapasan akut. Paru-parunya dipenuhi cairan dan kesulitan bernapas hingga menyebabkan gagal napas.

Hari ke-10, penderita dengan kasus ringan mengalami sakit perut dan kehilangan napsu makan. Hanya sebagian penderita yang meninggal dunia. Hari ke-17, rata-rata penderita sembuh dari virus corona dan keluar dari rumah sakit.

Bagaimana mencegah virus corona? Sering Mencuci tangan pakai sabun, gunakan masker, mengonsumsi gizi seimbang, hati-hati kontak dengan hewan, cukup istirahat dan olahraga, jangan konsumsi daging mentah, bila batuk, pilek, dan sesak segera ke fasilitas kesehatan.

Jika membutuhkan beberapa nomor telepon terkait virus corona, kamu bisa menghubungi beberapa nomor penting ini, yakni Hotline kemenkes (+62 812 1212 3119, 119 ext 9, (021) 521 0411), atau mengunjungi beberapa situs terkait virus corona antara lain kemkes.go.id, arcgis.org, jakarta.go.id, healthmap.org, jabarprov.go.id, cdc.gov, jhu.edu. Kamu juga bisa mengunjungi web resmi pemerintah daerah untuk mencari informasi terkait perkembangan virus corona di daerah kamu tinggal.