Voice Over, Profesi Vokasi yang Unik dan Menjanjikan

Voice Over, Profesi Vokasi yang Unik dan Menjanjikan

Terbaiknews - JakartaCNBC Indonesia - Voice Over atau sulih suara menjadi salah satu kemampuan yang nyatanya...

Jakarta, CNBC Indonesia - Voice Over atau sulih suara menjadi salah satu kemampuan yang nyatanya bisa menghasilkan pundi-pundi jika diasah dan ditekuni.

Adalah Voice Over (VO) Talent, Bimo Kusumo Yudo yang sempat viral lantaran video dirinya dan orang tuanya, yang ternyata memiliki profesi yang sama di masa lalu. Bimo, dengan suaranya yang bulat, menyihir siapa saja yang mendengarnya.

"Saat itu banyak yang DM ke saya, bertanya, ternyata ada yang profesi Voice Over di Indonesia, ternyata dengan profesi ini bisa hidup ya," ujarnya menceritakan respon berbagai netizen mengenai profesinya.


Pada gelaran Webinar Dies Natalis Ditjen Pendidikan Vokasi "Anak Vokasi Jaman Now-Mengenal Vokasi Lebih Dekat" akhir pekan lalu, Bimo bercerita bagaimana profesi yang ditekuni nya ini memang belum lazim di Indonesia.

Profesi VO ini biasanya dibutuhkan untuk mengisi suara yang berhubungan dengan iklan, video hingga kebutuhan lainnya. Bimo mengaku, belum ada sekolah khusus yang bisa mengajarkan teknik VO ini.

"Kursus di Indonesia belum ada, secara pembelajaran yang ada tahap modul. Lebih ke komunitas dan belajar bareng," katanya.

Dari sinilah, dia bercita-cita bagaimana profesi yang digelutinya ini bisa dikenal oleh masyarakat Indonesia. Sebab tak hanya isi suara saja, teknik dalam berbicara ini menurutnya bisa diterapkan ke dalam berbagai macam bidang.

"Setelah dipelajari, teknik VO ini beririsan dengan ilmu public speaking. Bagaimana berdiri, bagaimana tatapan mata. Di luar negeri sudah banyak, bahkan ada sertifikasinya," katanya lagi.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Wikan Sakarinto mengatakan bahwa VO adalah bagian dari dari pendidikan vokasi, sebab memiliki definisi yang spesifik dalam pembelajarannya.

"Tiga poin penting pendidikan vokasi, pertama pendidikan Vokasi adalah ilmu terapan. Dua, cenderung lebih spesifik, meski wilayahnya tidak sempit. Misalnya underwater welding. Atau mungkin Voice Over. Content Writer. Lebih spesifik, lebih dalam tapi tak sempit," katanya.

Ketiga, lanjut Wikan, harus relevan atau match, cocok dengan yang dibutuhkan oleh dunia kerja masa kini. Pendidikan Vokasi ini juga identik dengan sebuah perubahan di masa depan.

"Anak vokasi harus mencintai proses belajarnya. Karena harus menghadapi tantangan baru, sehingga siap untuk belajar hal baru," ujarnya.

Meski saat ini sudah ada link match antara pendidikan vokasi dan industri, Wikan menginginkan bahwa perkawinan keduanya tak terjadi secara sederhana. Bahkan, harus naik kelas menjadi link and supermatch.

"Levelnya menikah sampai punya anak. Sehingga link and match ini ada 8 paket mulai dari kurikulum yang sinkron, soft skill karakter bagaimana pengajarannya, guru tamu yang ahli di bidangnya, mengajar minimal 50 jam, dan lainnya," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)