Valentine Kelabu di Negeri Tirai Bambu

Valentine Kelabu di Negeri Tirai Bambu

Terbaiknews - JawaPos.com –ÂMewabahnya virus Korona di Tiongkok membuat suasana Hari Valentine di...

JawaPos.com –ÂMewabahnya virus Korona di Tiongkok membuat suasana Hari Valentine di Negeri Tirai Bambu menjadi kelabu. Sejumlah pelaku bisnis harus memutar otak agar tetap bisa melariskan dagangan mereka di tengah ancaman virus mematikan itu.

Dilansir dari New York Times, Jumat (14/2), para penjual bunga menjelang Hari Valentine berusaha untuk tetap kreatif. Penjual bunga Cai Xiaoman melampirkan hadiah khusus yakni sebotol kecil hand sanitizer untuk menangkal virus Korona. Tentu hadiah unik itu bermanfaat untuk menjaga kebersihan diri saat mengirimkan beberapa karangan bunga. Hal itu diberikan kepada pelanggan di Beijing.

Tahun ini merupakan masa yang sulit bagi Cai. Penjualannya turun 90 persen di tengah wabah virus Korona lantaran banyak orang memilih tinggal di rumah. Alhasil, sejumlah pusat perbelanjaan kosong melompong dari pengunjung.

Sambil mengenakan masker wajah, Cai dengan hati-hati menyemprotkan tangannya dengan alkohol dan mengenakan sarung tangan sebelum mengemas bunga-bunganya. Dia kemudian menempatkan hand sanitiser tangan ke dalam karangan bunga yang dia kemas.

Dia terinspirasi oleh seorang pelanggan yang memintanya untuk membersihkan karangan bunga sebelum dia mengirimkannya. Dia sekarang memberikan hand sanitiser kepada pelanggan lain sebagai bonus.

“Saya pikir ini sangat menenangkan hati, dan saya ingin pelanggan saya merasa nyaman. Karena sekarang wabah itu parah, dan semua orang takut. Saya harap ini akan segera berakhir,” ungkapnya.

Di sisi lain, wabah virus Korona juga dikhawatirkan bisa memukul usaha restoran. Hari Valentine yang biasanya identik dengan makan-makan bersama orang terkasih pun tidak terlihat karena masyarakat masih ketakutan keluar rumah.

Pemilik restoran di Shanghai, Bill Hu yang memiliki usaha tempat makan Prancisn yang mewah pun mengaku usahanya tengah merugi. “Jumlah pemesanan tahun ini hampir nol,” keluh Hu seperti dilansor dari Channel News Asia, Jumat (14/2).

“Wabah virus ini datang tiba-tiba. Hampir semua pelanggan membatalkan reservasi. Sekitar 170 pelanggan batal,” sambungnya kecewa.

Adanya pembatasan perjalanan dari dan ke Tiongkok pun membuat roda ekonomi para pengusaha lainnya macet. Kondisi itu juga dirasakan oleh Chef Austin Hu, seorang koki di Heritage by Madison, restoran kelas atas yang terletak di tepi sungai di Shanghai.

“Beberapa minggu terakhir ini parah banget (tidak ada pelanggan dan pesanan). Hari Valentine agak menyedihkan sejauh ini, kami hanya memiliki satu pemesanan saat ini, coba bayangkan ini sampai kaPAN?,” katanya sedih.

Di mal Shanghai, toko seul SEUL’s Hu berharap wabah berakhir. Diperkirakan toko itu mengalami kerugian 700 ribu Yuan atau setara USD 100 ribuan. Semuanya untuk pembayaran sewa toko, gaji dan bahan-bahan. Ternyata tak hanya momen Imlek yang memukul pelaku usaha, Valentine pun membuat para pelaku bisnis terhimpir akibat wabah COVID-19.

Source : https://www.jawapos.com/internasional/14/02/2020/valentine-kelabu-di-negeri-tirai-bambu/