[UPDATE] Kasus COVID-19 Naik 8.692 Hari Ini, DKI-Jabar Meroket Terus!

[UPDATE] Kasus COVID-19 Naik 8.692 Hari Ini, DKI-Jabar Meroket Terus!

Terbaiknews - JakartaIDN Times - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 melaporkan kasus positif COVID-19...

Jakarta, IDN Times - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 melaporkan kasus positif COVID-19 pada hari ini bertambah hingga 8.692, Senin (11/1/2021). Sehingga, akumulasi kasus COVID-19 di Indonesia mencapai 836.718.

DKI Jakarta tercatat sebagai provinsi dengan jumlah kasus positif harian terbanyak dengan 2.461 kasus. Disusul oleh Jawa Barat 1.475 kasus, Jawa Tengah 1.049 kasus, Jawa Timur 792 kasus, dan Sulawesi Selatan 616 kasus.

1. Sebanyak 7.715 orang sembuh dari COVID-19 hari ini

[UPDATE] Kasus COVID-19 Naik 8.692 Hari Ini, DKI-Jabar Meroket Terus!Ilustrasi (ANTARA FOTO/Basri Marzuki)

Satgas COVID-19 juga mencatat 7.715 kasus sembuh hari ini. Maka, total kesembuhan COVID-19 di Indonesia sudah mencapai 688.739 atau 82,31 persen dari total kasus.

Provinsi dengan penambahan kasus sembuh terbanyak hari ini yaitu DKI Jakarta 2.510 kasus, Jawa Barat 1.060 kasus, Jawa Tengah 791 kasus, Sulawesi Tengah 552 kasus, dan Jawa Timur 522 kasus.

2. Kasus meninggal akibat COVID-19 naik 214 hari ini

[UPDATE] Kasus COVID-19 Naik 8.692 Hari Ini, DKI-Jabar Meroket Terus!Ilustrasi pemakaman pasien positif COVID-19. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

Kasus kematian COVID-19 naik 214 hari ini. Sehingga, total kasus meninggal mencapai 24.343 atau 2,90 persen dari akumulasi kasus COVID-19 di Tanah Air.

Lima provinsi dengan kasus kematian COVID-19 terbanyak hari ini yaitu, Jawa Timur 70 kasus, DKI Jakarta 31 kasus, Jawa Tengah 31 kasus, Jawa Barat 11 kasus, dan Kalimantan Timur 11 kasus.

3. Telah terbukti, COVID-19 menular melalui airborne

[UPDATE] Kasus COVID-19 Naik 8.692 Hari Ini, DKI-Jabar Meroket Terus!Ilustrasi. Pengoperasian laboratorium PCR COVID-19 (ANTARA FOTO/Makna Zaezar)

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof Amin Soebandrio mengungkapkan, virus COVID-19 dapat menyebar melalui udara dan hal ini bukan suatu temuan baru. Bahkan, Amin sudah mencurigai hal ini sejak awal kemunculan COVID-19.

"Jika ada droplet kemudian ada aliran udara yang cukup kuat (virus COVID-19), bisa terbawa angin dan terbang karena volumenya jadi lebih kecil, relatif ringan karena kadar airnya berkurang," ujarnya saat dihubungi IDN Times, Selasa 7 Juli 2020.

Amin menerangkan, virus COVID-19 bisa keluar bersama droplet (cairan) yang dihasilkan ketika bersin atau batuk. Droplet yang menempel pada benda-benda yang tersentuh orang lain bisa menularkan virus-virus tersebut.

Namun, sebagian virus menyebar lewat udara (airborne) saat droplet berubah menjadi partikel yang lebih kecil dan mudah menyebar di udara.

"Sebagian besar memang menular melalui droplet, tapi dalam situasi tertentu bisa. Seperti di rumah sakit saat dilakukan prosedur pemasangan ventilator, pengisapan lendir, atau terapi nebulizer," jelasnya.

Bahkan menurut Amin, sudah ada bukti dari pengamatan bahwa virus COVID-19 menular melalui airbone. Dia mencontohkan kasus di suatu restoran yang tertutup, misal pengunjung di meja yang bersin maka virus bisa saja satu ruangan kena.

"Ini juga bisa terjadi di ruang kerja, di perkantoran dengan AC split serta tertutup maka droplet bisa terembus udara dan hanya berputar satu ruangan," imbuhnya.