UPDATE 21 November: Ada 64.317 Suspek Terkait Covid-19

UPDATE 21 November: Ada 64.317 Suspek Terkait Covid-19

Terbaiknews - - Pemerintah mencatat ada 64.317 suspek terkait Covid-19 di Indonesiahingga Sabtu (21/11/2020)...

, - Pemerintah mencatat ada 64.317 suspek terkait Covid-19 di Indonesiahingga Sabtu (21/11/2020) pukul 12.00 WIB.

Informasi tersebut disampaikan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melalui data yang diterima Kompas.com, Sabtu sore.

Data juga bisa diakses publik di situs www.covid19.go.id dan www.Kemkes.go.id dengan update yang muncul setiap sore.

Dalam data yang sama juga menunjukkan ada penambahan pasien positif Covid-19 sebanyak 4.998 orang dalam 24 jam terakhir.

Penambahan tersebut membuat pasien yang terinfeksi Covid-19 di Indonesia mencapai 493.308 orang, sejak kasus perdana diumumkan 2 Maret lalu.

UPDATE 21 November: Ada 63.579 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Sementara itu, pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 bertambah sebanyak 3.403 orang.

Mereka dinyatakan sembuh setelah mendapatkan hasil dua kali negatif dalam pemeriksaan laboratorium polymerase chain reaction (PCR).

Dengan demikian, total pasien yang sembuh dari Covid-19 berjumlah 413.955 orang.

Kendati demikian, pasien yang dinyatakan meninggal dunia akibat Covid-19 bertambah sebanyak 96 orang dalam 24 jam terakhir.

Sehingga, total pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19 kini berjumlah 15.774 orang.

Tentang suspek

Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), suspek merupakan istilah pengganti untuk pasien dalam pengawasan (PDP).

Seseorang disebut suspek Covid-19 jika mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal.

UPDATE 21 November: Tambah 96, Pasien Meninggal Akibat Covid-19 Jadi 15.774 Orang

Istilah suspek juga merujuk pada orang dengan salah satu gejala/tanda ISPA dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi/probable Covid-19.

Bisa juga, orang dengan ISPA berat/pneumonia berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.