Timbulkan Kerumunan, Parade 9 Ribu Banser di Banyumas dapat Sanksi 

Timbulkan Kerumunan, Parade 9 Ribu Banser di Banyumas dapat Sanksi 

Terbaiknews - SemarangIDN Times - Kegiatan parade Merah Putih yang digelar Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (GP)...

Semarang, IDN Times - Kegiatan parade Merah Putih yang digelar Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Minggu 15 November lalu berbuntut panjang.

Aksi yang melibatkan 9.999 anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang disebut tidak mengantongi izin itu, akhirnya menuai sanksi dari Pengurus Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Tengah. Sanksi yang diberikan berupa teguran secara lisan.

Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah Sholahuddin Aly menyatakan, teguran diberikan lantaran kegiatan itu menimbulkan kerumunan meskipun protokol kesehatan COVID-19 sudah diupayakan seminimal mungkin.

1. GP Ansor Jawa Tengah minta kegiatan yang menimbukan kerumunan tidak terulang

Timbulkan Kerumunan, Parade 9 Ribu Banser di Banyumas dapat Sanksi Ribuan Banser Se-Kabupaten Banyumas mengikuti longmarch Parade Merah Putih dengan membentangkan bendera 1.000 meter. Dok. Serayunews.com

Sholahuddin mengungkapkan, telah menelepon PC GP AnsorBanyumas soal teguran ini.

"Sudah kami tegur. Itu menimbulkan kerumunan meskipun protkes (protokol kesehatan) sudah diupayakan seperti menggunakan masker. Saya sampaikan bahwa kegiatan seperti itu adalah contoh tidak baik bagi masyarakat secara umum dan organisasi," jelasnya saat dihubungi IDN Times melalui sambungan telepon, Selasa (17/11/2020).

Ia secara terang-terangan turut meminta agar kegiatan serupa tidak diulangi lagi oleh PC GP Ansor Banyumas dan daerah lainnya di Jawa Tengah

2. Kegiatan sudah dikoordinasikan dengan satgas COVID-19 dan kepolisian setempat

Timbulkan Kerumunan, Parade 9 Ribu Banser di Banyumas dapat Sanksi gpa sor.com

Gus Sholah, sapaan akrab Sholahuddin menegaskan, tidak mengetahui adanya kegiatan tersebut. Pasalnya, PC GP Ansor Banyumas juga tidak memberikan tembusan atau izin secara tertulis.

Ihwal izin dari pihak kepolisian maupun Satgas COVID-19 setempat, ia tidak tahu menahu dan meminta agar menanyakan hal itu langsung ke pengurus PC GP Ansor Banyumas.

"Dari hasil klarifikasi, teman-teman PC GP Ansor Banyumas sudah berkoordinasi dengan Satgas COVID-19 maupun kepolisian. Tapi secara izin tertulis dari mereka tidak ada. Setahu saya sudah berkoordinasi. Diizinkan atau tidak, lebih pas ke teman-teman Banyumas. itu acaranya tidak dikoordinasikan dengan PW GP Ansor Jateng," ujarnya.

3. Seluruh Banser dan Ansor yang ikut kegiatan diminta untuk tes COVID-19

Selain memberikan teguran keras, PW GP Ansor Jateng turut meminta kepada seluruh anggota Banser dan Ansor yang ikut kegiatan, melakukan tes kesehatan maupun karantina mandiri bila diperlukan. Hal itu sebagai bentuk tracing dari kegiatan kerumunan yang digelar di Alun-Alun Purwokertoitu.

"Yang ikut kegiatan itu disarankan untuk melakukan tes kesehatan COVID-19," beber Gus Sholah.

Untuk diketahui, sebanyak 9.999 anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Banyumas melakukan longmarch di tengah guyuran hujan deras dengan membentangkan Bendera Merah Putih sepanjang 1.000 meter atau satu kilometer.

Kegiatan itu dilakukan pada Minggu, 15 November 2020. Kegiatan bertajuk Parade Merah Putih itu digelar dalam rangka memperingati Hari Pahlawan. Sebelum longmarch mereka melakukan doa bersama dan orasi di Alun-alun Purwokerto.