Tim Atletik Nasional Akui Cukup Kesulitan Menjaga Pola Latihan Atlet

Tim Atletik Nasional Akui Cukup Kesulitan Menjaga Pola Latihan Atlet

Terbaiknews - Atlet Indonesia Emilia Nova berpose dengan sprinter Korea Selatan Jung Hye-lim setelah perlombaan lari gawang nomor 100 meter di Asian Games 2018. Nova meraih perak dan Hye-lim mendulang emas. (Anthony Wallace/AFP)

â&;&; PB PASI berupaya keras untuk menerapkan latihan di daerah dengan konsep pemusatan latihan nasional (pelatnas). Hal itu dilakukan lantaran atlet dipulangkan ke daerah masing-masing.

Namun, untuk merealisasikannya tidak mudah. Direktur Pelatnas PB PASI Mustara Musa menuturkan, pihaknya cukup kesulitan dalam menjaga pola latihan atlet. Semenjak memulangkan atlet dan menerapkan latihan di rumah, ada beberapa program latihan yang sulit diterapkan.

Hal itu disebabkan fasilitas dan sarana prasarana yang dimiliki setiap atlet tidak tercukupi. â&;&;Stadion ditutup. Program yang disampaikan pelatih ke atlet belum bisa tercerna dengan baik,â&;&; ujarnya.

Pria yang juga menjabat ketua Pengda PASI DKI itu melanjutkan, antara pelatda dan pelatnas memiliki target masing-masing. Pelatda dengan gol utama di Pekan Olahraga Nasional (PON). Sementara itu, pelatnas berfokus pada Olimpiade dan SEA Games. Semua event tersebut tertunda sampai tahun depan.

â&;&;Penundaan ini harus menjadi perubahan juga bagi kita sebagai pelaku dan pelaksana,â&;&; ujarnya.

Saat ini, pihaknya berharap setiap atlet di daerah bisa senantiasa menjaga kondisi dengan menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. â&;&;Kesehatan itu hal utama. Kami meyakini itu, kalau gak sehat gak bisa berlatih dan aktivitas lain,â&;&; ucapnya.

Selain latihan fisik dan menjaga kesehatan, latihan mental di situasi saat ini perlu dilakukan. Dengan tidak adanya pertandingan dalam beberapa bulan terakhir, mental atlet bisa terganggu.

â&;&;Latihan mental jadi penting. Menerima kondisi dan tidak harus selalu meminta faktor yang standar karena sekarang situasnya tidak standar,â&;&; katanya.

Sejauh ini, terdapat 300 atlet yang sudah menggenggam tiket untuk PON. Jumlah sebanyak itu disebutnya bisa menjadi modal utama untuk nantinya mengisi skuad pelatnas.

Pada 2020, terdapat 65 atlet di pelatnas yang dipersiapkan untuk Olimpiade dan SEA Games.

Sementara itu, Sekjen PB PASI Tigor M. Tanjung menuturkan bahwa dengan ditundanya PON ke Oktober tahun depan, jumlah kualifikasi tidak bertambah. â&;&;Jadi, 300 atlet yang sudah lolos itu akan tetap lolos,â&;&; katanya.