Tiga Remaja Putri Tenggelam di Waduk Cerme

Tiga Remaja Putri Tenggelam di Waduk Cerme

Terbaiknews - TRAGEDI SORE: Petugas dibantu wargamengevakuasi jenazah tiga korban tenggelam ke ambulans. (Ludry Prayoga/Jawa Pos)

– Mendung duka menggelayut tebal di Desa Cerme Kidul, Kecamatan Cerme. Rabu sore (27/1) tiga remaja putri asal kampung tersebut tenggelam saat bermain di sebuah waduk. Kedalamannya sekitar 3 meter. Mereka meninggal di tempat kejadian perkara (TKP).

Tiga remaja putri yang malang itu adalah Eka Fitria, 15; Trisnia Rahma, 15; dan Yulia Andini, 13. Mereka pelajar satu kampung. Teman sepermainan. Tak disangka, mereka meninggal bersamaan. Kabar duka itu pun terasa menyesakkan. Terutama pihak keluarga.

Kapolsek Cerme AKP Nur Amin mengungkapkan, saat itu ada lima remaja yang bermain di sekitar waduk desa setempat. Mereka bermain sekitar pukul 15.00. Kabarnya, salah seorang korban bernama Fitria berniat menceburkan diri ke dalam waduk. ’’Sebetulnya, teman lainnya sudah berupaya mencegah. Karena juga terdapat tanda peringatan larangan berenang,” ungkapnya.

Namun, Fitria tidak menghiraukan. Dia tetap nekat menceburkan diri ke waduk. Maunya ingin berenang. Padahal, di sekitar waduk juga sudah terdapat tulisan larangan untuk bermain, memancing, dan berenang. Berbahaya. ’’Saat sudah menceburkan diri, tidak lama korban lantas meminta pertolongan,” tambah perwira dengan tiga balok di pundak itu.

Dua teman lainnya, Trisnia Rahma dan Yulia Andini, lantas berupaya memberikan pertolongan kepada korban. Nahas, bukannya berhasil menolong korban, dua bocah itu juga ikut tenggelam. ’’Kuat dugaan ketiganya sudah kehabisan napas,” papar Nur Amin.

Ketahuan Memperkosa Bocah Pelajar SD, Residivis Dihajar Warga

Peristiwa pilu tersebut baru diketahui setelah dua teman korban meminta pertolongan ke warga desa setempat. Namun, saat sejumlah warga ke TKP, ketiga korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Tubuh korban kaku. Jasad mereka lantas dibawa ke Puskesmas Cerme untuk pemeriksaan. ’’Selanjutnya langsung diserahkan ke pihak keluarga,” jelasnya.

Nur Amin mengatakan, keluarga korban sudah ikhlas atas musibah tersebut. Proses pemakaman langsung dilakukan kemarin sore. Dia berharap tragedi itu jadi pelajaran bagi para orang tua untuk lebih berhati-hati dalam mengawasi aktivitas anak saat berada di luar rumah. ’’Selalu mengingatkan dan mengimbau agar menjauhi kawasan rawan dan berbahaya,” pungkasnya.