Tega Banget, Bocah Tuna Wicara Disulut Api oleh Ayahnya Sendiri

Tega Banget, Bocah Tuna Wicara Disulut Api oleh Ayahnya Sendiri

Terbaiknews - Aceh UtaraIDN Times - Entah apa salah bocah berusia empat tahun asal Kecamatan Langkahan,...

Aceh Utara, IDN Times - Entah apa salah bocah berusia empat tahun asal Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Aceh ini. Ayah tega menyulutkan api ke tubuh mungilnya menggunakan daun kelapa kering yang telah dibakar.

Akibatnya, korban mengalami luka bakar di tubuhnya seperti di bagian wajah dan dada. Sementara tersangka berinsial R (48) yang tak lain adalah ayah korban, telah ditangkap petugas Kepolisian Resor Aceh Utara.

“Tersangka R kita tangkap sehubungan perkara penganiayaan terhadap anak kandungnya yaitu dengan cara membakar seikat daun kelapa kering kemudian disulutkan ke bagian muka dan badan anak kandungnya,” kata Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Aceh Utara, Brigadir Polisi Kepala T Ariandi, kepada wartawan, Selasa (17/11/2020).

1. Mengaku tidak sengaja, namun hasil visum ditemukan ada bekas luka sulutan bara rokok

Tega Banget, Bocah Tuna Wicara Disulut Api oleh Ayahnya SendiriIlustrasi Rokok (IDN Times/Arief Rahmat)

Kepada petugas, tersangka R mengaku jika perbuatan yang berujung luka bakar pada tubuh anaknya merupakan tindakan ketidaksengajaan. Sebab ketika itu dirinya berencana menghidupkan perapian yang ada di rumah mereka.

Keterangan ini berbeda berdasarkan kesaksian ibu korban yang tak lain adalah istri tersangka. Ibu korban bersaksi jika tubuh anaknya telah disulut api ikatan daun kelapa kering yang sudah terbakar.

Pernyataan saksi seolah dibenarkan dengan hasil visum korban. Catatan visum et repertum ditemukan bahwa korban juga mengalami luka bakar pada bagian kakinya berupa bekas sulutan bara rokok yang diduga dilakukan oleh tersangka.

“Kebetulan ada api itu dan tersangka -diduga- kesal dengan korban sehingga menyulutkanlah api itu ke tubuh korban,” ujar Ariandi.

2. Polisi kesulitan lakukan penyelidikan, saksi bahasa dilibatkan untuk ungkap kasus

Tega Banget, Bocah Tuna Wicara Disulut Api oleh Ayahnya SendiriIlustrasi Kekerasan pada Anak (IDN Times/Sukma Shakti)

Penangan kasus ini diakui oleh kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Aceh Utara sedikit mengalami kendala. Polisi harus melibatkan saksi ahli bahasa, sebab korban beserta adik dan ibunya merupakan disabilitas sensorik tuna rungu wicara.

“Mereka tidak bisa berbicara sehingga kita memerlukan saksi ahli bahasa untuk menerjemah bahasa korban beserta ibu dan adiknya,” kata Ariandi.

3. Pelaku sempat buron hampir dua bulan

Tega Banget, Bocah Tuna Wicara Disulut Api oleh Ayahnya SendiriIlustrasi Penjara (IDN Times/Mardya Shakti)

Kasus dugaan kekerasan ini pertama kali dilaporkan oleh nenek korban ke Kepolisian Resor Aceh Utara pada 20 September 2020 lalu. Sementara, ayah korban yang juga sebagai tersangka, langsung melarikan diri usai kejadian tersebut.

Tersangka R dikatakan Ariandi baru tertangkap pada 5 November 2020 kemarin, di Kabupaten Aceh Timur.

“Artinya dua bulan tersangka melarikan diri hingga kemarin tersangka ditangkap dan diamankan,” sebutnya.

Dalam perkara ini, penyidik menjerat tersangka dengan Pasal 80 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 Jo Pasal 351 KUHP dengan ancaman lima tahun penjara

kita persangkakan terhadap tersangka R dengan Pasal 80 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 351 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Penganiayaan.

“Ancaman hukuman lima tahun penjara,” tegas Ariandi.