TC Timnas Senior dan U-19 Jadi Model Protokol saat Kompetisi Restart

TC Timnas Senior dan U-19 Jadi Model Protokol saat Kompetisi Restart

Terbaiknews - Petugas mengambil sampel untuk wab test para pemain timnas U-19. (PSSI for Jawa Pos)

– Agenda pertama dalam training camp (TC) timnas Indonesia senior dan U-19 mulai dilaksanakan kemarin. Yakni, melakukan swab test. Seluruh pemain yang sudah berkumpul dites swab di hotel tempat menginap selama TC berlangsung.

Dokter timnas senior Ahmad Nizar menuturkan, khusus untuk timnas senior, dari 29 pemain yang dipanggil, ada empat nama yang berhalangan untuk hadir sementara. Yakni, Ilija Spasojevic, Yakob Sayuri, Osvaldo Haay, dan Egy Maulana Vikri. ’’Ada satu pemain yang datang sudah ada keluhan, tapi kami sedang proses untuk perawatan,’’ jelas Nizar.

Dia menegaskan, dalam TC timnas senior dan U-19 kali ini, protokol kesehatannya lebih ketat ketimbang timnas U-16. Sebab, protokol kesehatan ini bakal diterapkan untuk lanjutan kompetisi nantinya. ’’Ini model yang akan dilakukan ke depannya di liga. Kalau U-16 protokol soal rapid test-nya itu dua minggu sekali, di sini kami terapkan seminggu sekali,’’ ujarnya.

Untuk latihan, memang tidak ada perbedaan yang mendasar. Sama halnya dengan TC timnas U-16, area latihan di Stadion Madya akan disterilisasi terlebih dahulu. Kendaraan pengangkut juga begitu, disemprot disinfektan lebih dulu. ’’Nanti, selama pemain latihan, tim sterilisasi akan menyemprot hotel tempat timnas menginap. Begitu setiap hari,’’ jelasnya.

Yang membedakan adalah soal jadwal makan. Timnas senior dan U-19 harus dibagi menjadi beberapa kelompok terlebih dahulu. Lantas, diberi jadwal waktu untuk makan. ’’Sebelum makan, ada pengecekan suhu dan wajib memakai hand sanitizer. Begitu terus tiap kali sebelum dan sesudah makan. Jadi, itu kami lakukan tiga kali sehari,’’ terangnya.

Nizar menambahkan, pelatih timnas Shin Tae-yong sangat memperhatikan soal protokol kesehatan. Bahkan, menurut dia, permintaan pelatih asal Korea Selatan itu luar biasa ketat dan sulit. Salah satunya adalah menjaga kondisi pemain agar tidak drop dan mudah terserang virus selama TC.

Shin Tae-yong juga terbuka untuk berkomunikasi masalah program latihan yang dijalankan. Artinya, jika menurut dokter tim program latihan akan berisiko dan menurunkan imunitas, Shin Tae-yong minta agar diingatkan. ’’Ya minimal memang intensitas hanya 60–70 persen saja,’’ ungkapnya.