Tarik Diri dari POP Kemendikbud, LP Ma'arif NU: Bukan karena Iri!

Tarik Diri dari POP Kemendikbud, LP Ma'arif NU: Bukan karena Iri!

Terbaiknews - JakartaIDN Times - Ketua Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif NUArifin Junaidi menegaskanLP Ma'arif...

Jakarta, IDN Times - Ketua Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif NU, Arifin Junaidi menegaskan, LP Ma'arif NU mundur dari Program Organisasi Penggerak (POP) Kemendikbud bukan karena merasa iri dengan organisasi lain.

Hal ini diungkapkan guna meluruskan selentingan kabar yang ramai di tengah masyarakat.

"Lembaga Pendidikan Ma’arif NU ini mundur bukan karena ngiri. LP Ma’rif NU ini mundur untuk memberikan kesempatan kepada organisasi lain yang memang membutuhkan dana itu," kata Arifin dalam diskusi daring bertajuk "Menyoal Merdeka Belajar dan Organisasi Penggerak Kemdikbud" yang digelar lewat aplikasi Zoom pada Sabtu (25/7/2020).

1. Program sejenis POP sudah dilaksanakan LP Ma'arif NU sejak lama

Tarik Diri dari POP Kemendikbud, LP Ma'arif NU: Bukan karena Iri!Ketua Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif NU, Arifin Junaidi (Dok. IDN Times/Margith Juita Damanik)

Arifin menyebutkan, tanpa dana dari Kemendikbud, LP Ma'arif NU sendiri sudah melakukan program sejenis POP. Bahkan program penggerak ini sudah berjalan sejak berpuluh tahun yang lalu.

"Sampai Oktober nanti kami menargetkan melatih 2.400 kepala sekolah," kata Arifin dalam paparannya. Kegiatan ini menurut dia akan dilakukan selama empat bulan dan tiap bulan akan ada 600 kepala sekolah yang menerima pelatihan.

Seluruh kepala sekolah mulai dari jenjang SD, SMP, SMA, hingga SMK akan menerima pelatihan ini.

2. Program dari LP Ma'arif NU tidak butuh dana sebesar POP dari Kemendikbud

Tarik Diri dari POP Kemendikbud, LP Ma'arif NU: Bukan karena Iri!Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim dalam Konferensi Forum Rektor Indonesia (Dok. IDN Times/Tangkap Layar IPB TV)

"Kalau kami memperoleh dana 20M dibanding dengan yang kami kerjakan di masa pandemik ini secara mandiri, sangat jauh," kata Arifin lagi.

Ma'arif NU sendiri sebelumnya masuk dalam daftar kelompok peserta POP golongan Gajah milik Kemendikbud dimana tiap organisasi yang berada di golongan tersebut akan menerima dana sebesar Rp20 miliar untuk POP.

Dengan standar yang sama seperti Kemendikbud, menurut Arifin, yang akan dilakukan LP Ma'arif NU kepada 2.400 kepala sekolah akan memerlukan dana Rp240 miliar.

"12 kali lipat dari (golongan) Gajah yang kita tinggalkan," ujar dia.

3. Ma'arif NU tidak menganggap POP sebagai program jelek

Tarik Diri dari POP Kemendikbud, LP Ma'arif NU: Bukan karena Iri!Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim (Dok. Biro Humas Kemendikbud)

Tak hanya perihal disebut iri, Arifin juga meluruskan adanya isu pandangan jelek LP Ma'arif NU terhadap POP.

"Kami tidak menganggap program ini jelek. Program ini bagus," ujar Arifin.

Karena LP Ma'arif NU sadar program ini bagus, menurut dia itu sebabnya LP Ma'arif NU berharap program ini dapat pula dijalankan dengan bagus.

"Kalau programnya bagus dijalankan tidak bagus, bisa hasilnya tidak bagus," sebut Arifin.