Target Vaksinasi Covid-19 di Surabaya Capai 83 Persen

Target Vaksinasi Covid-19 di Surabaya Capai 83 Persen

Terbaiknews - TAHAP PERTAMA: Dokter gigi Ruth Sarah Wibisono melakukan vaksinasi kepada tenaga kesehatan di gedung Graha YKPJalan Medokan AyuMinggu (31/1). (Guslan Gumilang/Jawa Pos)

– Vaksinasi masal bagi tenaga kesehatan (nakes) Kota Surabaya digelar, Minggu (31/1). Hal itu dilakukan untuk mencapai target 100 persen vaksinasi bagi 31.840 nakes. Salah satu lokasi vaksinasi tersebut berada di Graha Yayasan Kas Pembangunan (YKP) di Kelurahan Medokan Ayu, Rungkut. Total ada 4.257 orang yang mengikuti vaksinasi di sana.

Proses vaksinasi untuk nakes di Kota Surabaya terus dikebut. Untuk menuntaskan target 100 persen, vaksinasi masal digelar. Misalnya, kemarin nakes yang belum men-dapatkan vaksin diarahkan untuk menjalani proses penguatan imunitas itu secara serentak.

Pusat pelaksanaan vaksinasi berada di Graha YKP Surabaya. Tempat tersebut mampu menampung hingga 4.257 orang. Sementara itu, yang lainnya tersebar di 63 puskesmas dan RSUD dr Soetomo.

Di puskesmas, Pemkot Surabaya menargetkan 3.150 nakes yang dilayani, sedangkan di RSUD dr Soetomo ada 80 orang yang menjalani vaksinasi.

Berdasar data Pemkot Surabaya per 30 Januari, jumlah nakes yang telah menjalani vaksinasi mencapai 25 ribu orang. Artinya, sudah 83 persen dari total 31.840 nakes. Dengan program percepatan dan vasksinasi serentak kemarin, yang 17 persen lagi diharapkan mampu diselesaikan.

Vaksinasi serentak se-Surabaya itu dibuka langsung oleh Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono. Dia menyatakan mendukung penuh percepatan pelaksanaan vaksinasi di Surabaya. ’’Hari ini pencapaiannya sudah di angka 83 persen. Saya percaya ini akan teruwjud (hingga 100 persen) hari ini,” ujarnya.

Dia mengatakan, memerangi Covid-19 di Surabaya ibarat menghadapi perang dunia ketiga. Surabaya sempat masuk ke kondisi terburuk dengan kasus terkonfirmasi yang tinggi. ’’Kita tahu Surabaya sempat masuk zona hitam, sekarang zona kuning,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Dante juga meninjau sistem pendaftaran vaksinasi yang dilakukan pemkot. Sebab, ada beberapa modifikasi yang dilakukan agar pelayanan mudah dan cepat selesai. Salah satunya soal nakes yang belum teregistrasi. Meski dilakukan secara manual, datanya tetap terdigitalisasi dan terhubung dengan sistem pusat.

Hal seperti itulah yang dia harapkan bisa diterapkan oleh daerah lain. Dengan demikian, proses vaksinasi bisa dilakukan secara cepat, tepat, dan akurat. Upaya untuk mepercepat vaksinasi pun bisa tercapai.

Meski vaksinasi sudah dilakukan, Dante berharap semua nakes tetap menjaga kondisi mereka. Tubuh membutuhkan waktu untuk membentuk kekebalan. Paling tidak dua minggu pascatermin kedua dilakukan.

’’Memakai masker, menjauhi kerumunan, dan mencuci tangan harus terus dilakukan. Protokol kesehatan tersebut tetap dilakukan karena tidak serta-merta akan timbul respons imunitas,” katanya.

Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana mengatakan, vaksinasi serentak kemarin merupakan upaya untuk mempercepat vaksinasi tahap pertama. Harapannya, nakes bisa mendapatkan perlindungan. Dengan demikian, mereka bisa memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal.

’’Karena besarnya jumlah nakes dan tenaga penunjang di faskes yang harus divaksin serta upaya mempercepat vaksinasi Covid-19, dilaksanakanlah kegiatan ini. Insya Allah, hari ini bisa selesai,” katanya kemarin.

Jika capaian sudah memenuhi target, pelaksanaan vaksinasi segera dilanjutkan untuk tenaga di sektor lain. Misalnya, TNI, Polri, satpol PP, dan tenaga pelayanan publik lainnya.

Saham BRIS Kini jadi Primadona, Yusuf Mansur: Pas Beli Nggak Mikir Bos

Proses vaksinasi itu tidak membutuhkan waktu lama. Satu orang hanya butuh waktu 6–7 menit. Mulai registrasi, skrining, vaksinasi, hingga observasi. Sementara itu, syarat yang harus dibawa antara lain e-KTP, surat keterangan nakes, dan surat tugas dari instansi.

’’Karena itu, khusus pelaksanaan di Graha YKP sebanyak 350 nakes kami kerahkan untuk membantu agar proses vaksinasi berjalan cepat. Mereka terdiri atas tim pendata, tim skrining, dan vaksinator,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya Febria Rachmanita.

SAAT NAKES DIVAKSIN BARENG-BARENG

– Total nakes yang harus divaksin: 31.840 orang

– Target nakes saat vaksinasi serentak: 7.487 orang

– Asal nakes: 111 fasilitas pelayanan kesehatan

– Lokasi vaksinasi serentak: 63 puskesmas dan Graha YKP

Saksikan video menarik berikut ini: