Tajir Melintir, Ini Cara Crazy Rich RI Berperang Lawan Corona

Tajir Melintir, Ini Cara Crazy Rich RI Berperang Lawan Corona

Terbaiknews - JakartaCNBC Indonesia - Upaya untuk menanggulangi wabah virus corona atau Covid-19 mendapat...
Jakarta, CNBC Indonesia - Upaya untuk menanggulangi wabah virus corona atau Covid-19 mendapat perhatian dari para pengusaha Indonesia. Secara simultan, para pengusaha memberikan bantuan kepada pemerintah dalam bentuk penggalangan dana.
Penggalangan ini dimotori oleh semua sektor industri yang berada di bawah naungan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) bersama Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.
Ketua Umum KADIN, Rosan Roeslani, menyebut, target donasi yang dikumpulkan sebesar Rp 500 miliar. Dukungan tersebut akan disalurkan dalam bentuk barang yang dibutuhkan pemerintah untuk penanggulangan Covid-19.

"Kita memang menggalang bantuan dengan target Rp 500 miliar. Alhamdulillah sampai saat ini kita sudah terkumpul Rp 300 miliar lebih sedikit," ujarnya di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Menteri BUMN Erick Thohir menyambut positif inisiatif para pengusaha ini. Dia mengaku terharu karena dengan situasi seperti saat ini, memang dibutuhkan sebuah langkah gotong royong.
"Nah ini yang justru menjadi kekuatan bangsa kita. Saya berterima kasih kepada ketua Kadin, Pak Rosan, dan Pak Sulis yang hadir sebagai perwakilan dari para pengusaha, dan juga tentunya dari Yayasan Buddha Tzu Chi," imbuhnya.
Lalu perusahaan dan pengusaha mana saja yang memberikan bantuan untuk menanggulangi penyebaran virus corona ini. Rosan menyebutkan, ada Ciputra Group, First Resources Ltd., Mulia dan Wilmar International.
Rosan menambahkan, secara berkala pihaknya akan melaporkan perkembangan donasi kepada Presiden RI. "Kita melibatkan hampir semua pengusaha di indonesia, memang saat ini masih pengusaha yang besar tapi kita akan gerakkan yang di daerah," urainya.
Pada Senin (23/3/20) kemarin, perusahaan dan lembaga yang bergabung dalam inisiatif "Pengusaha Peduli NKRI", di antaranya Astra International, Panin Group, PT Fajar Surya Wisesa Tbk., Wings Corporation, Rajawali Corporation, Garudafood, Nutrifood Indonesia, beserta FKS Group, PT Pan Brothers Tbk., PT Sritex Tbk., dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk telah lebih dulu berkomitmen memberikan donasi.
Sementara pada hari Kamis (19/3), KADIN, Tzu Chi bersama Sinar Mas, Artha Graha Peduli Foundation, PT Djarum, Agung Sedayu Group, PT Indofood Sukses Makmur Tbk, PT Puradelta Lestari Tbk, dan Triputra Group telah menginisiasi donasi.
Para pihak yang berkomitmen untuk berdonasi dapat menyalurkannya melalui rekening yang disediakan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia bernomor 865 002 4681 di Bank BCA cabang Pantai Indah Kapuk.
"Dalam kesempatan ini saya sampaikan, kita sudah berikan 5.000 test kit kepada wisma atlet. Kami ingin berpartisipasi juga memberikan melalui BUMN termasuk Pertamina 5.000 rapid test kit, APD 2000 buah, ke Garuda 10.000 masker," beber Rosan.
Tak hanya donasi, pemerintah bersama swasta tengah menggenjot produksi sejumlah komoditas untuk pemenuhan kebutuhan dalam rangka penanggulangan virus ini. Salah satunya adalah masker yang sejauh ini bisa diproduksi di dalam negeri.
Erick sendiri memastikan sudah mendistribusikan 4,7 juta pcs masker. Hal ini untuk mengisi kekosongan stok masker di pasar.
"Masker yang berjumlah 4,7 juta pun kita sudah distribusikan dan dan baru akan dibuat lagi bulan April," kata Erick Thohir.

BUMN PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) yang memasok jutaan masker langsung ke gerai ritel atau apotik milik perseroan. Jumlah ini untuk menunjang tingkat permintaan pasar atas masker yang sangat tinggi belakangan ini.
Jumlah tersebut merupakan hasil produksi perusahaan BUMN di dalam negeri, antara lain PT Rajawali Nusantara Indonesia/RNI (Persero). Tak hanya dari BUMN, kebutuhan masker juga coba dipenuhi swasta.

[Gambas:Video CNBC]


(dob/dob)