Survei Indikator: 29 Persen Pelaku Usaha Nilai Kinerja Sri Mulyani Paling Baik

Survei Indikator: 29 Persen Pelaku Usaha Nilai Kinerja Sri Mulyani Paling Baik

Terbaiknews - Menteri KeuanganSri Mulyani Indrawati. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Sebesar 29 persen pelaku usaha menilai Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani sebagai menteri dengan kinerja paling baik dalam situasi sekarang ini.

Angka itu merupakan hasil survei Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia dengan total responden sebanyak 1.176 responden. Survei dilakukan dengan metode wawancara melalui telepon pada 29 Juni hingga 11 Juli 2020.

Mulanya, para responden diberi pertanyaan, di antara menteri yang sudah dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi), sebutkan tiga menteri atau kementerian yang paling baik kinerjanya.

Setiap responden boleh menjawab maksimal tiga nama.

Hasilnya, mayoritas responden pelaku usaha menyebut Menkeu Sri Mulyani yang memiliki kinerja paling baik.

"Menteri keuangan dianggap paling baik kinerjanya menurut pelaku usaha dari semua sektor," kata Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam webinar bertajuk 'Evaluasi Pelaku Usaha Terhadap Kinerja Kabinet dan Ekonomi di Masa Pandemi, Kamis (23/7/2020).

Dalam hasil survei tersebut, selanjutnya ada nama Menteri BUMN Erick Thohir 25 persen dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto 18 persen.

Kemudian, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim 14 persen. Sedangkan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sama-sama 7 persen.

Diketahui, populasi survei adalah pelaku usaha pada tujuh sektor ekonomi di sembilan provinsi, yakni Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Riau, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Kalimantan Timur.

Tujuh sektor tersebut adalah pertanian non perikanan dan kelautan (sektor A1), perikanan dan kelautan (sektor A2), pertambangan dan penggalian (sektor B).

Kemudian, industri pengolahan (sektor C), kostruksi (sektor F), perdagangan dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor (sektor G), pengangkutan dan terakhir pergudangan (sektor H).

Sementara, margin of error survei tersebut sebesar kurang lebih 3,2 persen.