Sstt.. Diam-diam Inggris Ingin Putus dari China, Kenapa?

Sstt.. Diam-diam Inggris Ingin Putus dari China, Kenapa?

Terbaiknews - JakartaCNBC Indonesia -ÂPerdana Menteri Inggris Boris Johnson telah meminta pegawai negeri...

Jakarta, CNBC Indonesia -ÂPerdana Menteri Inggris Boris Johnson telah meminta pegawai negeri sipil negara itu untuk membuat rencana yang bisa mengakhiri ketergantungan Inggris padaÂChina dalam hal impor. Utamanya, lapor surat kabar The Times, impor pasokan medis vital dan barang lainnya yang terkait dengan wabah virus corona (COVID-19).
"Sederet rencana yang diberi label kode 'Project Defend' itu termasuk mengidentifikasi kerentanan ekonomi utama Inggris terhadap pemerintah asing yang berpotensi bermusuhan sebagai bagian dari pendekatan baru yang lebih luas terhadap keamanan nasional," jelas surat kabar itu dikutip Reuters.


"Upaya tersebut dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Dominic Raab."


Media itu, mengutip beberapa sumber, juga mengabarkan bahwa dua kelompok kerja telah dibentuk sebagai bagian dari proyek tersebut. Salah satu sumber mengatakan bahwa tujuan dari proyek itu adalah untuk mendiversifikasi jalur pasokan agar tidak lagi bergantung pada satu negara saja untuk tiap produk makanan yang penting.
"Johnson mengatakan kepada anggota parlemen bahwa ia akan mengambil berbagai langkah untuk melindungi basis teknologi Inggris," jelas laporan tersebut. "Di mana tinjauan pemerintah juga diharapkan akan mencakup peralatan perlindungan pribadi dan obat-obatan."
Langkah terbaru ini diumumkan Johnson di tengah meningkatnya tekanan yang dilayangkan berbagai negara kepada China akibat kegagalannya membendung penyebaran COVID-19 ke berbagai penjuru dunia.


Virus corona yang pertama kali ditemukan di kota Wuhan pada Desember lalu itu kini telah menyebar ke lebih dari 200 negara di seluruh dunia. Di mana angka kasus infeksinya telah mencapai 5.197.863 kasus dengan 334.680 kematian dan 2.082.950 orang sembuh.


Inggris, sementara itu, saat ini telah menjadi negara kelima dengan kasus corona terbanyak di dunia. Negara ini memiliki 250.908 kasus dan sebanyak 36.042 orang di antaranya telah meninggal dunia, menurut Worldometers.

[Gambas:Video CNBC]

(res)