Seorang Pasien Positif Covid-19 Mau Kabur dari RSUD Ibnu Sina Gresik

Seorang Pasien Positif Covid-19 Mau Kabur dari RSUD Ibnu Sina Gresik

Terbaiknews - SIAP TINDAK TEGAS: Kapolres AKBP Arief Fitrianto (kiri) meluncurkan kendaraan Covid-19 Hunter. Mobil ini akan rutin berpatroli dengan sasaran warga yang tidak bermasker. (Ludry Prayoga/Jawa Pos)

– Seorang pasien terkonfirmasi positif Covid-19 hendak kabur dari RSUD Ibnu Sina, Rabu (16/9). Dia melompat pagar rumah sakit. Diduga, pasien bersangkutan mengalami tekanan karena dinyatakan terpapar virus korona. Namun, aksi itu tepergok petugas satpol PP yang sedang berjaga.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos, sejak masuk ruang isolasi RSUD, pasien tersebut beberapa hari terakhir tampak tertekan. Nah, sekitar pukul 06.00, pasien itu keluar dari ruangan. Kebetulan, pada jam-jam itu para perawat sedang sibuk. Mulai visite hingga menyiapkan perawatan pasien. Saat itu hanya ada cleaning service.

Karena merasa aman, pasien tersebut lantas pergi ke belakang. Rupanya dia mencari tempat untuk bisa meninggalkan rumah sakit.

’’Buka kunci dari dalam. Terus melompat pagar yang posisinya ke kantor pemkab itu. Untung, ada satpol PP,” kata sumber Jawa Pos.

Menurut dr Wiwik Kurnia Illahi SpP, salah seorang dokter pasien Covid-19 di RSUD Ibnu Sina, sebetulnya para perawat dan dokter selalu menyemangati pasien. Misalnya dengan menceritakan pasien yang sudah sembuh. ’’Bahkan, pasien ini juga manut ketika kami beri saran untuk berolahraga. Dia sering pijat dadanya sendiri,” katanya.

Wiwik menjelaskan, pasien bersangkutan baru dirawat sekitar empat hari. Untuk kondisi kesehatannya, dia didiagnosis ada sesak karena pneumonia dan Covid-19. ’’Dia punya riwayat asma. Memang tidak sedikit pasien Covid-19 mengalami stres, tiba-tiba sakit jantung, stroke. Sebab, virus ini juga bisa menyerang pembuluh darah di otak,” jelasnya.

Karena itu, pihaknya berharap peran serta masyarakat untuk benar-benar patuh dan disiplin pada protokol kesehatan. Memang banyak pasien Covid-19 yang terlihat sehat. Tapi, banyak juga pasien yang bergejala parah. ’’Yang jelas, saat ini pasien yang masuk RSUD ini menurun. Yang masuk pasti dengan gejala berat. Kami tidak henti mengajak untuk bersama-sama mematuhi protokol kesehatan,” tegas Wiwik.

Dirut RSUD Ibnu Sina dr Endang Puspitowati Sp THT-KL mengatakan, dari informasi yang didapat, pasien tersebut tidak terima dinyatakan positif Covid-19. Padahal, hasil foto toraks pasien itu jelek. ’’Yang bersangkutan menolak keras dirawat. Ya harus isolasi mandiri di rumah. Nanti dipantau ketat petugas dinkes lewat puskesmas,” ujarnya.

Sementara itu, untuk bisa terus menekan persebaran Covid-19, petugas gabungan yang beranggota TNI, Polri, kejari, dan satpol PP membentuk tim khusus pemburu pelanggar protokol kesehatan. Tim tersebut akan berpatroli rutin di seluruh wilayah Gresik. Kendaraan operasi yang digunakan diberi nama Covid-19 Hunter.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto menjelaskan, pihaknya akan menindak tegas para pelanggar Perbup 22/2020. ’’Intensitas akan kami tingkatkan. Jadi, masa sosialisasi ataupun imbauan sudah cukup. Yang melanggar langsung diberi sanksi,’’ ungkapnya.

  • Gubernur Jatim Pimpin Covid Hunter Razia Pelanggar Protokol Kesehatan

Sesuai regulasi, masyarakat akan diberi pilihan sanksi ketika terbukti melanggar. Memilih kerja sosial atau membayar denda Rp 150 ribu. Sasaran utama operasi adalah masyarakat yang tidak memakai masker. Patroli tidak hanya menyasar pusat keramaian, tapi juga wilayah desa dan kecamatan. ’’Masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan. Selama tertib protokol kesehatan, silakan beraktivitas seperti biasa,’’ kata Arief.

Untuk update data paparan Covid-19 di Gresik, hingga kemarin total kasus terkonfirmasi positif hampir menyentuh 3.000. Tepatnya, 2.989 kasus. Angka itu naik 19 kasus jika dibandingkan dengan sehari sebelumnya. Pasien positif yang meninggal dunia sebanyak 187 orang. Jumlah pasien sembuh 2.510 orang.

Saksikan video menarik berikut ini: