Seorang Aktivis Buruh di Batam Positif COVID-19 Usai Demo UU Ciptaker

Seorang Aktivis Buruh di Batam Positif COVID-19 Usai Demo UU Ciptaker

Terbaiknews - JakartaIDN Times - Seorang aktivis buruh asal Batam berinisial D dinyatakan positif terjangkit...

Jakarta, IDN Times - Seorang aktivis buruh asal Batam berinisial D dinyatakan positif terjangkit virus corona atau COVID-19.

D sebelumnya sempat bergabung dengan ratusan mahasisw yang menggelar aksi demonstrasi menolak UU Cipta Kerja di DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) beberapa hari lalu.

1. D dikarantina di Rumah Sakit Pulau Galang

Seorang Aktivis Buruh di Batam Positif COVID-19 Usai Demo UU CiptakerRS Darurat COVID-19 Pulau Galang (ANTARA/Evy R. Syamsir)

Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Kepri, Tengku Said Arif Fadillah, mengataka D dikarantina di Rumah Sakit Khusus Infeksi di Pulau Galang, Batam.

"Petugas kesehatan masih melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang kontak erat dengan D untuk dilakukan pemeriksaan tes usap (swab)," katanya di Gedung Daerah Tanjungpinang, Minggu (11/10/2020) seperti dikutip dari ANTARA.

2. D dinyatakan positif COVID-19 berdasarkan tes usap

Seorang Aktivis Buruh di Batam Positif COVID-19 Usai Demo UU CiptakerWarga menjalani tes usap (swab test) melalui mobil tes polymerase chain reaction (PCR) saat tes usap massal di Kecamatan Mamajang, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (26/9/2020). ANTARA FOTO/Arnas Padda

D dan sejumlah aktivis buruh dari Batam diperiksa dengan metode tes cepat (rapid test) ketika akan masuk ke Kantor DPRD Kepri pada Kamis, 8 Oktober 2020. Setelah dilakukan pemeriksaan cepat, petugas kesehatan mendeteksi D dan SB reaktif COVID-19.

Kemudian, tenaga kesehatan mengambil tes usap dari tubuh keduanya dan hasilnya D positif COVID-19.

"D kemudian dibawa ke RSKI Galang untuk mendapatkan perawatan," ujarnya.

3. Petugas kesehatan sulit mendeteksi siapa saja yang kontak erat dengan D

Seorang Aktivis Buruh di Batam Positif COVID-19 Usai Demo UU CiptakerAktivis buruh dari Batam dan sejumlah mahasiswa berorasi di mobil bak terbuka dalam aksi demonstrasi di DPRD Kepri. ANTARA/Nikolas Panama/am.

Arif menuturkan, tenaga kesehatan kesulitan mendeteksi siapa saja yang kontak erat dengan D. Hal ini karena, jumlah massa sangat ramai.

Ia pun mengimbau, mahasiswa maupun buruh secara suka reka datang ke RSUP Kepri untuk menjalani tes usap atau rapid test.

"Kami berharap kejadian serupa tidak terulang lagi. Karena, kerumunan massa yang tidak mematuhi protokol kesehatan potensial menyebabkan terjadi penularan COVID-19," tuturnya.