Senin Hari Ini, 4 Terdakwa Kasus Jiwasraya Hadapi Sidang Putusan

Senin Hari Ini, 4 Terdakwa Kasus Jiwasraya Hadapi Sidang Putusan

Terbaiknews - - Empat terdakwa kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya akan menghadapi sidang pembacaan...

, - Empat terdakwa kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya akan menghadapi sidang pembacaan putusan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat, Senin (12/10/2020) hari ini.

Keempat terdakwa tersebut adalah mantan Direktur Utama Jiwasraya Hendrisman Rahim, mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo, mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan, serta Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto.

"Iya benar, (sidang putusan hari ini) untuk JHT (Joko Hartono) dan tiga direksi," kata Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Agung Bima Suprayoga saat dikonfirmasi, Senin pagi.

Kejagung Periksa Dirut Jiwasraya sebagai Saksi Dugaan Korupsi

Dalam perkara ini, Hary dan Joko dituntut hukuman penjara seumur hidup dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan oleh JPU Kejagung.

Sementara, Hendrisman dituntut hukuman 20 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan penjara, sedangkan Syahmirwan dituntut 18 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan.

Keempat terdakwa dinilai telah dinilai telah melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

"Harapan JPU tuntutan kami dikabulkan Majelis Hakim," ujar Bima.

Kejagung Periksa Dirut Jiwasraya sebagai Saksi Dugaan Korupsi

Selain empat terdakwa di atas, ada dua terdakwa lain dalam kasus ini yaitu Komisaris PT Hanson International Benny Tjokrosaputro dan Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat.

Namun, Benny dan Heru belum menjalani sidang tuntutan karena Benny terkonfirmasi positif Covid-19 dan Heru sedang dirawat.

Menurut JPU, perbuatan keenam terdakwa tersebut telah menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 16,8 triliun terkait pengelolaan keuangan dan dana investasi Jiwasraya periode 2008-2018.