Satu Warga Tanimbar Diduga Suspect Korona, RSUD Magretti Tidak Siap

Satu Warga Tanimbar Diduga Suspect Korona, RSUD Magretti Tidak Siap

Terbaiknews - ILUSTRASI: Petugas medis menggunakan pakaian biosafety saat penyuluhan terkait pencegahan dan edukasi infeksi virus korona di RSUD Pasar MingguJakartaRabu (29/1). (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)

– Seorang warga Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Maluku, dikarantina selama 14 hari di RSUD Magretti Saumlaki, Maluku. Warga berinisial BN itu diduga suspect virus korona. Sebelumnya dia melakukan perjalanan ke Malaysia.

Namun dalam penanganan pasien tersebut, pihak RSUD Magretti Saumlaki tidak siap karena menghadapi sejumlah kendala. Di antaranya, pihak RSUD Magretti belum bisa mengirim spesimen terduga pasien terjangkit COVID-19 ke laboratorium Puslitbang Kemenkes RI. Pengiriman spesimen itu untuk diketahui hasilnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar dr. Edwin Tomasoa menjelaskan, bahwa tim medis telah bergerak cepat untuk mengisolasi BN yang diduga terjangkit virus korona (COVID-19) semenjak tanggal 12 Februari 2020. Hanya saja saat ini terdapat kendala. Yakni belum bisa mengirim spesimen karena tidak ada media transpor khusus.

“Kita belum bisa mengirim spesimen itu karena ternyata mengirim spesimen untuk COVID-19 itu tidak bisa menggunakan media yang biasanya digunakan. Kita membutuhkan media transpor yang khusus dan berbeda. Dan media transpor ini tidak tersedia di Saumlaki maupun Ambon. Harus didatangkan dari Jakarta atau Surabaya. Saat tiba di Saumlaki baru kita bisa ambil spesimen dan kirim kembali ke Surabaya,” kata Tomasoa sebagaimana dilansir Antara, Jumat (14/2).

Menyikapi masalah ini, Pemkab Kepulauan Tanimbar telah membentuk tim khusus dengan melibatkan pihak kantor kesehatan pelabuhan dan kepolisian setempat. Selain itu, telah ada koordinasi dengan Pemprov Maluku untuk mempercepat pengiriman media transpor tersebut dari Jakarta atau Surabaya.

Menurut dia spesimen yang akan dikirim ke laboratorium di Surabaya sesuai ketentuan, tidak bisa bertahan lebih dari 24 jam. Untuk itu sesuai ketentuan, pengiriman spesimen nanti menjadi tugas dari kantor kesehatan pelabuhan. Tugas rumah sakit adalah apabila media sudah siap, spsimennya diambil dari kerongkongan dan lendir lalu diserahkan kepada pihak kantor kesehatan pelabuhan untuk dikirim.

“Kami berharap, mungkin esok sore media transpor sudah tiba di Saumlaki dan kita kirim lalu segera berkoordinasi dengan kementerian kesehatan. Kita berharap secepatnya karena tidak ada penerbangan pagi pada hari Jumat”katanya.

Selain itu, hingga saat ini RSUD Magretti belum memiliki Alat Perlindungan Diri Standar (APDS) dan tidak ada dokter spesialis penyakit dalam. Tidak tersedianya APDS dan dokter spesialis penyakit dalam. Kondisi itu mengakibatkan penanganan pasien suspect COVID-19 belum maksimal.

Tim medis yang menangani BN, hanya bisa berkomunikasi jarak jauh melalui telepon maupun WhatsApp.

“Semenjak kemarin kita tidak banyak lakukan karena masih terbatas dengan APDS. Jika sudah ada APDS baru kita lakukan pemeriksaan yang lebih detail sehingga kontak antara tim medis dan penderita bisa lebih lama” terangnya.

Selain itu, pemerintah provinsi Maluku melalui dinas kesehatan provinsi telah memastikan untuk menerjunkan tenaga spesialis penyakit dalam untuk membantu menangani pasien suspect COVID-19 yang kini telah dikarantina di ruang khusus RSUD Magretti semenjak Kamis (13/2).

BN adalah warga Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Maluku. Kepala Dinas Kesehatan KKT Edwin Tomasoa menyebut, BN baru kembali dari luar negeri dan masuk Jakarta melalui Malaysia. Kemudian, dia meneruskan perjalanannya ke Ambon, Ivu Kota, Provinsi Maluku.

Lantas, Edwin Tomasoa, BN pulang ke kampung halamannya di Desa Sifnana, Kecamatan Tanimbar Selatan pada hari Jumat (7/2) dalam kondisi masih sehat.

Namun, setelah mendapat informasi dia sakit, maka sesuai aturan, tim medis dari RSUD Magretti dan puskesmas setempat mengambil sejumlah langkah. Antara lain, melakukan pemeriksaan medis dengan cara mengambil lendir pasien. Saat ini pasien sementara waktu dikarantina selama 14 hari.