Satgas Peringatkan Rumah Sakit yang Tolak Pasien COVID-19

Satgas Peringatkan Rumah Sakit yang Tolak Pasien COVID-19

Terbaiknews - JakartaIDN Times - Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmitomemperingatkan rumah...

Jakarta, IDN Times - Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito, memperingatkan rumah sakit agar menerima pasien COVID-19 yang datang. Peringatan tersebut menyusul adanya kabar pasien di Depok, Jawa Barat yang ditolak rumah sakit, bahkan diharuskan membayar uang muka untuk mendapatkan ruang isolasi.

"Keadaan ini tidak bisa dibenarkan. Seperti yang selalu disampaikan, perawatan terkait COVID-19, sepenuhnya ditanggung negara, atau pemerintah," tegas Wiku, dilansir dari laman covid19.go.id, Jumat (29/1/2021).

1. Rumah sakit akan dikenai sanksi jika melanggar

Satgas Peringatkan Rumah Sakit yang Tolak Pasien COVID-19Ilustrasi tenaga medis. (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)

Dia mengimbau agar rumah sakit dapat mengikuti aturan pemerintah dalam menangani pasien COVID-19.

"Jika tidak diindahkan pihak rumah sakit, ada sanksi yang akan dijatuhkan, apabila terbukti adanya pelanggaran atas aturan tersebut," tegasnya.

2. Kementerian Kesehatan dan Satgas Penanganan COVID-19 terus memonitor

Satgas Peringatkan Rumah Sakit yang Tolak Pasien COVID-19tenaga medis (IDN Times/Hilmansyah)

Kementerian Kesehatan dan Satgas Penanganan COVID-19 terus memonitor pelanggaran seperti itu. Sehingga bagi masyarakat yang mengalaminya, diminta segera melaporkan ke dinas kesehatan atau satgas setempat.

"Mohon agar semua rumah sakit mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan, dan selalu berkoordinasi apabila ada kendala, agar tidak menyulitkan masyarakat," imbuh Wiku.

3. Pemerintah menanggung semua pembiayaan pasien COVID-19

Satgas Peringatkan Rumah Sakit yang Tolak Pasien COVID-19Ilustrasi ruang isolasi pasien COVID-19. ANTARA FOTO/Jojon

Sementara itu, Dirjen Pelayanan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Abdul Kadir, mengatakan pemerintah mempunyai kewajiban menanggung semua pembiayaan masyarakat yang terdampak penyakit COVID-19. Hal itu didasarkan pada Undang-undang nomor 4 tahun 1984 Wabah Penyakit Menular.

“Tidak dibenarkan pada masyarakat membayar atau juga tidak dibenarkan ada rumah sakit yang menarik uang dari pasien COVID-19,” katanya dalam siaran tertulis.

4. Semua rumah sakit memberikan pengobatan sesuai dengan tata laksana

Satgas Peringatkan Rumah Sakit yang Tolak Pasien COVID-19Ilustrasi (ANTARA FOTO/Basri Marzuki)

Namun, ia menjelaskan ada beberapa pertimbangan yang mengharuskan pasien dan keluarga pasien membayar biaya perawatan.

Pertama, pasien dan keluarga pasien ingin mendapatkan layanan yang lebih sehingga naik kelas layanan. Tentunya ini ada selisih yang dimintakan kepada pasien

Kedua, pasien dan keluarga pasien ingin mendapatkan pelayanan di luar yang ditanggung BPJS Kesehatan.

"Diharapkan semua rumah sakit itu memberikan pengobatan sesuai dengan tata laksana klinik yang telah kita keluarkan. Di dalamnya terdapat aturan-aturan, petunjuk-petunjuk tentang strategi pengobatan yang akan diberikan," terangnya.