Saran Rektor UT Pada Fenomena Banyak Siswa Bosan Belajar di Rumah

Saran Rektor UT Pada Fenomena Banyak Siswa Bosan Belajar di Rumah

Terbaiknews - Mantan Rektor Universitas Terbuka (UT) Tian Belawati (baju merah) memberikan materi dalam Temu Ilmiah nasional Guru (TING) XII di kampus UTTangerang SelatanBantenSabtu (25/7). (Hilmi Setiawan/Jawa Pos)

JawaPos.com – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) baru saja merilis hasil survei pemenuhan hak dan perlindungan anak di masa pandemi Covid-19. Diantaranya adalah banyak anak yang bosan belajar di rumah. Sehingga ada 74 persen anak yang disurvei ingin kembali belajar di sekolah.

Rektor Universitas Terbuka (UT) Ojat Darojat ikut merasa prihatin atas kebosanan siswa selama menjalani belajar dari rumah. Namun dia mengingatkan kebijakan belajar dari rumah itu diambil demi keselamatan dan kesehatan anak-anak sendiri. Sebab saat ini pandemi Covid-19 masih belum hilang.

Nah terkait banyaknya siswa yang bosan berada atau belajar dari rumah itu, Ojat memberikan sejumlah saran. Dia mengatakan siswa menjadi bosan karena buku paket untuk belajar mereka itu didesain sebagai buku belajar di sekolah. Padahal dia mengatakan untuk menjalankan pembelajaran jarak jauh, bukunya harus disesuaikan dengan konsep pembelajaran jarak jauh.

Kemudian dia juga memberikan saran supaya para guru bisa berinovasi dalam menjalankan pembelajaran jarak jauh. ’’Bagaimana murid tetap bisa merasakan kehadiran guru,’’ tuturnya. Selain itu materi yang disajikan juga harus lekat dengan kehidupan anak sehari-hari. Sebab secara fisik anak-anak berada di lingkungan rumah.

Ojat mencontohkan untuk anak-anak yang tinggal di lingkungan pesisir atau pinggir pantai. Kurang pas jika diberikan materi tentang bercocok tanam. Sebab materi tersebut jauh dari keseharian lingkungan mereka. Alangkah lebih pas jika materi yang disajikan adalah tentang nelayan atau menangkap ikan.

Kegiatan tahunan itu juga menghadirkan Tian Belawati sebagai pembicara. Tian sebelumnya adalah Rektor UT. Dalam paparannya Tian menyampaikan dalam era pembelajaran saat ini, siswa jangan sampai merasa terpaksa untuk masuk sekolah. ’’Sehingga ketika berada di sekolah siswa menjadi bete,’’ jelasnya.

Dia mengatakan di tengah pesatnya kemajuan teknologi, para guru harus berkreasi mencetak anak didik yang memiliki keterampilan abad 21. Tian mengatakan di masa Mendikbud Nadiem Makarim ini sudah ada kebijakan guru merdeka. Artinya guru sudah diberikan kemerdekaan.

’’Harapannya guru bisa menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan,’’ jelasnya. Kemudian memberikan pembelajaran yang memiliki refleksi tingkat tinggi. Sehingga proses pembelajaran bisa menghadirkan pengalaman belajar yang kaya.

Selain itu Tian berpesan supaya guru harus meningkatkan rasa ingin tahu siswa. ’’Di era digital seperti sekarang ini, guru sudah dimudahkan,’’ jelasnya. Informasi sudah tersedia banyak secara elektronik. Kuncinya saat ini guru harus memiliki kemampuan literasi informasi. Artinya guru bisa menyaring mana informasi yang relevan untuk pembelajaran dan tidak. Guru bisa membedakan informasi yang valid atau hoax.

Saksikan video menarik berikut ini: