Sah! 19 Tahun Jadi Perempuan, Kini Putri Berjenis Kelamin Laki-laki

Sah! 19 Tahun Jadi Perempuan, Kini Putri Berjenis Kelamin Laki-laki

Terbaiknews - Putri Natasya mencium tangan Hakim R Anton Widyopriyono setelah permohonannya mengganti status kelamin menjadi laki-laki dikabulkan di Pengadilan Negeri SurabayaRabu (18/2). (ANTARA Jatim/ Hanif Nashrullah)

JawaPos.com – Putri Natasya mini kini bisa bernapas lega. Pasalnya hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya mengabulkan permohonannya untuk mengganti status kelamin dari perempuan menjadi seorang lelaki. Kini setelah pengadilan mengabulkan permohonannya, warga Bulak Rukem, Surabaya tersebut namanya berganti menjadi Ahmad Putra Adinata.

Dalam amar putusannya, Hakim R Anton Widyopriyono mengatakan, disahkannya Putri menjadi Putra ini berdasarkan sejumlah fakta hukum yang menguatkan putusannya.

“Fakta bahwa Putri seorang pria adalah hingga sekarang umur 19 tahun tidak pernah menstruasi sebagaimana wanita pada umumnya,” ucapnya dalam sidang yang digelar Rabu (19/2).

Fakta lainya dikuatkan dengan keterangan ahli dokter kandungan, bahwa Putri, setelah melalui pemeriksaan medis dinyatakan tidak memiliki kandungan dan sel telur. Sehingga tidak pernah mengalami haid.

Dari fakta-fakta tersebut hakim pun meyakini dan mengabulkan permohonan Putri.

“Menetapkan pemohon berubah status jenis kelamin dari semula perempuan menjadi laki-laki. Menetapkan pergantian nama pemohon yang semula Putri Natasya menjadi Ahmad Putra Adinata,” tuturnya.

Lebih lanjut, dalam putusannya hakim juga memerintahkan pada pemohon agar segera melaporkan perubahan status jenis kelaminnya pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Surabaya, paling lambat 30 hari sejak diterimanya salinan penetapan dari Pengadilan Negeri Surabaya.

Menanggapi putusan tersebut Putri sangat bersyukur. “Alhamdulillah,” ucap Putri, yang kini resmi bernama Ahmad Putra Adinata.

Sementara kuasa hukum Putri, Martin Suryana mengatakan, penetapan hakim di PN Surabaya ini menegaskan bahwa kliennya sejak lahir memang berjenis kelamin laki-laki.

“Dia mengalami penyempurnaan kelamin tanpa pernah melalui operasi,” katanya.

Per hari ini, Martin menandaskan, secara administrasi melalui putusan hukum yang tercantum dalam catatan negara, status kliennya bukan lagi perempuan tapi laki-laki. “Bukan karena ganti kelamin. Tetapi karena memang terlahir sebagai seorang laki-laki,” tukasnya.