RSUD dr Soetomo Tambah 12 Ruang Isolasi Khusus Virus Korona

RSUD dr Soetomo Tambah 12 Ruang Isolasi Khusus Virus Korona

Terbaiknews - SIAGA TANGANI PASIEN: Petigas memeriksa salah satu ruang isolasi di RSUD dr Soetomo. (Robertus Risky/Jawa Pos)

JawaPos.com – UpayaÂmencegah dan mengendalikan wabah korona terus dilakukan semua pihak. Sebagai rujukan utama, RSUD dr Soetomo tidak mau ketinggalan. Rumah sakit milik pemprov itu berniat menambah 12 ruang isolasi khusus yang diproyeksikan untuk penanganan pasien.

Direktur Utama RSUD dr Soetomo Dr dr Joni Wahyuhadi SpBS menyatakan, ruang isolasi khusus ditambah berdasar arahan Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa. â&;&;â&;&;Beliau ingin RSUD dr Soetomo siap melakukan penanganan. Persiapannya harus komprehensif,â&;&;â&;&; ungkapnya kemarin (17/3).

Joni menjelaskan, ruang anyar itu nanti berada persis di belakang ruang isolasi yang eksis. â&;&;â&;&;Saat ini kan sudah ada delapan ruang isolasi khusus. Nanti jadinya 20 setelah ditambah 12 ruang anyar itu,â&;&;â&;&; ujarnya.

Semua ruangan itu tentu saja dibuat dengan standardisasi internasional. â&;&;â&;&;Standar World Health Organization (WHO),â&;&;â&;&; lanjutnya.

Lantas, apa saja kriteria ruang isolasi standar WHO? Joni menyebutkan bahwa tentu saja yang paling utama adalah ruangan bertekanan negatif. â&;&;â&;&;Jadi, virus dikarantina di ruangan isolasi dan tidak boleh menyebar,â&;&;â&;&; tegasnya. Kondisi ruangan juga dilengkapi keamanan yang tinggi. â&;&;â&;&;Intinya, ruangan tidak boleh bercampur dengan ruang lain,â&;&;â&;&; tambahnya.

Di samping itu, setiap ruang isolasi khusus nanti memiliki mesin ventilator dan alat detektor. â&;&;â&;&;Tenaga medis dan tim pendukung juga berjaga setiap waktu. Kami memiliki tim Penyakit Infeksi New Emerging dan Re-emerging (PINERE). Ada sekitar 30 petugas yang siap membantu penanganan pasien di ruang isolasi khusus,â&;&;â&;&; ungkapnya.

Lalu, bagaimana dengan fasilitas crisis center? Joni mengungkapkan, sesuai dengan keputusan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), ada tiga RS yang memiliki fasilitas tersebut. Salah satunya adalah RS Universitas Airlangga (RSUA). â&;&;â&;&;Di RSUD dr Soetomo, tidak ada. Kami berfokus ke penanganan pasien yang sakit,â&;&;â&;&; terangnya.

Mengacu pada tata laksana yang sudah disepakati, RSUD dr Soetomo menjadi rujukan utama. â&;&;â&;&;Jadi, dimaksimalkan pencegahan di rumah sakit tipe rendah dulu. Kemudian, dibawa ke RS tipe tertinggi,â&;&;â&;&; paparnya. Meski begitu, hasil uji laboratorium tetap mengacu ke crisis center di RSUA. â&;&;â&;&;Karena itulah, RSUD dr Soetomo lebih berfokus ke penanganan pasien sakit,â&;&;â&;&; tegasnya.

Joni menuturkan, fasilitas ruang isolasi khusus ditambah seiring dengan merebaknya virus korona atau Covid-19 di Indonesia. Pada Selasa (3/3), Sekretaris Daerah Jawa Timur Heru Tjahjono melakukan sidak di RSUD dr Soetomo untuk mengecek kesiapan ruang isolasi tersebut. â&;&;â&;&;Nah, dari hasil sidak itu, perlu ada penambahan lagi. Sebab, rumah sakit ini rujukan utama,â&;&;â&;&; ujar Joni.

Heru menyarankan selalu stand by dalam menghadapi wabah tersebut. â&;&;â&;&;Seluruh ruangan harus disterilkan dengan keamanan yang tinggi. Pasien tidak boleh bercampur dengan pasien biasa untuk mencegah penularan,â&;&;â&;&; tegasnya. Hingga saat ini, Joni menyatakan bahwa situasi aman terkendali. â&;&;â&;&;Belum ada pasien positif,â&;&;â&;&; ungkapnya.

Satgas Pencegahan Persebaran Virus Korona Jawa Timur juga melakukan langkah antisipasi di lapangan. Saat ini satgas tersebut sudah mengirimkan 2.000 masker dan 15 alat pelindung diri (APD) ke RS Universitas Airlangga. Selain itu, tim mendirikan tenda di depan Gedung Negara Grahadi.

Heru yang juga menjabat kepala Satgas Penanganan Covid-19 Pemprov Jatim menyatakan, penyerahan masker dan APD merupakan instruksi gubernur. Barang sudah dikirimkan. â&;&;â&;&;Kami berharap bisa membantu pencegahan virus tersebut,â&;&;â&;&; katanya.

Dia juga meminta masyarakat terus waspada. Posko penanganan dan pencegahan virus korona sudah tersebar di beberapa tempat. Masyarakat bisa mencari informasi ke posko tersebut. â&;&;â&;&;Termasuk informasi rumah sakit rujukan di Surabaya,â&;&;â&;&; ujarnya.

Tenda di halaman Gedung Negara Grahadi itu didirikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim. Setiap hari ada tim yang siaga di tenda tersebut. Mereka siap memberikan informasi kepada masyarakat.

Upaya pencegahan terus dimaksimalkan. Meski begitu, pemprov tetap meminta partisipasi masyarakat. Salah satunya adalah menjaga kesehatan. â&;&;â&;&;Terapkan pola hidup bersih dan sehat,â&;&;â&;&; tutur Heru.

Pemkot Siapkan Rp 10 M

Anggaran tidak terduga dalam APBD Surabaya bakal dialokasikan untuk penanganan virus korona. Disiapkan anggaran Rp 10 miliar. Jumlah tersebut bahkan bisa jadi ditambah bila masih kurang.

Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana menjelaskan, di APBD Surabaya, memang ada pos anggaran tidak terduga Rp 10 miliar. Anggaran itu bisa dipakai untuk kondisi yang dinilai gawat dan genting. â&;&;â&;&;Kondisi sekarang ini bisa dikategorikan sebagai keadaan luar biasa. Jadi, nanti digunakan, menunggu kebijakan Bu Wali,â&;&;â&;&; kata Whisnu kemarin (17/3).

Penanganan virus korona saat ini ditujukan untuk pencegahan potensi penularan virus tersebut. Pemkot meracik hand sanitizer yang dibagi-bagikan ke fasilitas publik dan tempat ibadah. Ada pula pembuatan wastafel portabel di berbagai tempat. Bukan hanya di kantor-kantor pemerintah, sekolah, dan taman, tetapi juga di beberapa titik tempat umum yang bisa dijangkau masyarakat.

Whisnu menegaskan, dalam kondisi yang genting, mekanisme mendahului perubahan anggaran keuangan (MPAK) bisa diajukan. Dengan mekanisme tersebut, tambahan anggaran di APBD untuk penanganan korona bisa lebih besar lagi.

â&;&;â&;&;Penanganan di lapangan lebih masif karena ada banyak tim yang akan bergerak bersama. Termasuk membantu kebutuhan penanganan di RSUA,â&;&;â&;&; ujar Whisnu.

Hingga kemarin, banyak upaya Pemkot Surabaya untuk pencegahan virus korona. Ada tim penyemprotan disinfektan yang disebar ke seluruh penjuru kota. Ada yang diberangkatkan ke rumah ibadah. Ada pula yang bergerak ke tempat-tempat umum, termasuk sentra pedagang kaki lima. Kemarin sore Jalan Kedungdoro yang biasa dipenuhi pedagang kaki lima disemprot.

Kepala Diskominfo Surabaya M. Fikser menuturkan, Jalan Kedungdoro disemprot dengan disinfektan agar lebih bersih. â&;&;â&;&;Sudah ada penyemprotan masjid, gereja, wihara, pura, sekolah, dan taman-taman, sampai semua tersentuh,â&;&;â&;&; papar Fikser.

Petugas penyemprotan itu bakal berjalan berkeliling ke seluruh penjuru kota. â&;&;â&;&;Sampai semua benar-benar klir. Tim akan muter lagi dan bisa jadi ke Kedungdoro lagi,â&;&;â&;&; tambah dia.

Pemkot berharap warga makin meningkatkan kewaspadaan dan bisa ikut mencegah penularan virus tersebut. Yang paling utama adalah warga diminta menjauhi kerumunan, sering mencuci tangan, menjaga perilaku hidup bersih dan sehat, serta memakai masker bila sakit. â&;&;â&;&;Juga menjaga kesehatan,â&;&;â&;&; tandas Fikser.

Saksikan video menarik berikut ini: