RS Polri Sudah Terima 40 Sampel DNA Keluarga Korban Sriwijaya Air

RS Polri Sudah Terima 40 Sampel DNA Keluarga Korban Sriwijaya Air

Terbaiknews - Petugas membawa kantung jenazah korban pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta - Pontianak yang jatuh di perairan Pulau Seribu di Dermaga JICTTanjung PriokJakartaMinggu (10/1/2021). Selain itu jenazahpetugas juga menemukan bagian pesawat yang selanjutnya akan diperiksa oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com – Upaya identifikasi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air dengan nomor resgistrasi PK-CLC SJ-182 terus dilakukan oleh Tim DVI Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Sampai dengan Senin (11/1) pukul 09.00 WIB, sudah ada 16 kantong jenazah yang ditemukan.

Selain itu, Tim DVI juga telah menerima 40 sampel DNA dari keluarga korban. Sampel tersebut akan menjadi acuan untuk proses identifikasi korban.

“Sampai jam 09.00 DVI telah mendapat 40 DNA. 14 sampel didapat di RS Polri Kramat Jati, 24 dari Pontianak, 1 dari Jawa Timur, 1 Sulawesi. Sampai saat ini jumlahnya 40 DNA,” kata Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono di Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

Rusdi mengatakan, pengumpulan data-data korban masih terus dilakukan. Keluarga korban diminta segera mendatangi posko antemortem guna memberikan sampel. Sebab, hal tersebut sangat dibutuhkan untuk proses identifikasi korban.

“Ke depan akan dilakukan identifikasi dan petugas antemortem terus mengumpulkan data korban,” jelasnya.

Diketahui, Pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Proses Evakuasi Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 Terbantu Cuaca Cerah

Pesawat take off dari Bandara Soekarno Hatta pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya 13.35 WIB. Penundaan keberangkatan karena faktor cuaca.

Berdasarkan data manifest, pesawat yang diproduksi 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi. Sedangkan 12 kru terdiri atas, enam kru aktif dan enam kru ekstra.

Saksikan video menarik berikut ini: