Risma Perintahkan Operasi Protokol Kesehatan Lebih Masih

Risma Perintahkan Operasi Protokol Kesehatan Lebih Masih

Terbaiknews - Ilustrasi razia protokol kesehatan. (Ahmad Khusaini/JawaPos)

–Isu second wave atau gelombang kedua Covid-19 diantisipasi secara cepat Pemerintah Kota Surabaya. Meski jumlah kasus aktif di Surabaya terus menurun hingga 49 orang pada Senin (16/11), Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini terus meminta warga disiplin melaksanakan protokol kesehatan.

Terhitung sejak Rabu (18/11), Risma meminta organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Surabaya untuk menggelar operasi protokol kesehatan di bidang masing-masing.

”Berdasar arahan Ibu Wali Kota, mulai hari ini (18/11) di seluruh OPD bergerak menggelar operasi protokol kesehatan sesuai tupoksinya masing-masing. Ini untuk antisipasi second wave (gelombang kedua) Covid-19,” kata Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya yang sekaligus Kepala BPB Linmas Surabaya Irvan Widyanto.

Irvan mengatakan, di Surabaya, seluruh fasilitas publik mulai dari hotel, mal, kantor, industri, sekolah, pasar-pasar, dan perkampungan, sudah melakukan operasi protokol kesehatan. Contohnya, Dinas Perdagangan yang terus menggelar operasi di toko swalayan dan pusat perbelanjaan. Mereka menyasar Plaza Jembatan Merah, ITC, dan PGS.

Sedangkan Bagian Administrasi Perekonomian dan Usaha Daerah bersama PD Pasar Surya menggelar operasi protokol kesehatan di 23 pasar di Kota Surabaya. Mereka sosialisasi dan memastikan protokol kesehatan di setiap pasar itu terus dilakukan dengan ketat.

”Teman-teman OPD lain juga terus turun menggelar operasi protokol kesehatan. Kami bersama-sama semua turun,” ujar Irvan Widyanto.

Dia menegaskan, operasi kali ini untuk mengecek kembali protokol kesehatan di setiap fasilitas publik.

”Kita semua tidak ingin ada lonjakan gelombang kedua Covid-19. Kita harus mempertahankan keberhasilan mengendalikan Covid-19 ini dengan tetap menjaga prokol kesehatan,” terang Irvan Widyanto.

Irvan meminta semua pihak, terutama warga Kota Surabaya untuk tidak kendor menjaga dan menaati protokol kesehatan yang sudah dilakukan sejak awal pandemi. ”Tidak boleh kendor dalam menjaga protokol kesehatan. Menurut kami, vaksin terbaik adalah perubahan perilaku dengan biasakan yang tidak biasa, dengan cara itu, insya Allah Covid-19 di Surabaya akan segera selesai,” ujar Irvan Widyanto.

Saksikan video menarik berikut ini: