Ridwan Kamil Tinjau RS Darurat Covid-19 Secapa AD Bandung

Ridwan Kamil Tinjau RS Darurat Covid-19 Secapa AD Bandung

Terbaiknews - Gubernur Jabar Ridwan Kamil meninjau RS Darurat Covid-19 Secapa AD di HegarmanahKota BandungSelasa (12/1). (Humas Pemprov Jabar/Antara)

–Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang juga Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jabar meninjau Rumah Sakit Darurat Covid-19 Secapa AD di Kota Bandung, Selasa (12/1).

Ridwan Kamil mengatakan, Rumah Sakit (RS) Darurat Covid-19 Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD) di Hegarmanah siap beroperasi sejak Senin (11/1). RS darurat itu merupakan bentuk kesiapan Jabar dalam penanganan pandemi global Covid-19.

”BOR (bed occupancy rate) di Jabar sedang meningkat walau minggu ini turun sedikit. Oleh karena itu, kesiapan rumah sakit darurat ini kami cek karena standar penanganan Covid-19 adalah hal yang sangat khusus,” ujar Ridwan Kamil seperti dilansir dari Antara.

Gubernur juga ,menyampaikan terima kasih kepada petinggi TNI AD yang sudah menyiapkan tempat tersebut.

”Ini juga bentuk bela negara. Sekali lagi atas nama Pemerintah Daerah Provinsi Jabar, saya haturkan terima kasih,” tambah Ridwan Kamil.

Adapun per 10 Januari, tingkat keterisian tempat tidur isolasi Covid-19 di Jabar adalah 77,87 persen. Rinciannya, ruang isolasi hijau terisi 74,75 persen, ruang isolasi kuning terisi 86,58 persen, ruang isolasi merah terisi 78,82 persen, IGD terisi 39,78 persen, dan ICU terisi 74,15 persen.

RS Darurat Covid-19 Secapa AD berada di kompleks Barak Brigjen Katamso. Terdiri atas empat barak, tiga di antaranya dikonversi menjadi ruang perawatan bagi pasien gejala ringan dengan kapasitas masing-masing 30 tempat tidur. Sehingga, total kapasitas di RS Darurat Covid-19 Secapa AD adalah 180 pasien.

Satu barak lainnya digunakan sebagai UGD, tempat dokter, dan administrasi lain. Tim dokter spesialis di RS Darurat Covid-19 Secapa AD berasal dari Rumah Sakit Dustira Cimahi sebagai rumah sakit pengampu serta bekerja sama dengan Kesdam III/Siliwangi, Secapa AD, dan Dinas Kesehatan Provinsi Jabar. Totalnya, terdapat sekitar 32 orang tenaga kesehatan yang bertugas di RS Darurat Covid-19 Secapa AD.

”Setelah melihat langsung, tempatnya sangat memadai penuh cahaya matahari dan pepohonan sehingga seharusnya orang yang ke sini sembuh lebih cepat karena suasana rileks,” kata Ridwan Kamil.

Mekanisme penyelenggaraan RS Darurat di Secapa AD sendiri merujuk RS darurat lain di Wisma Atlet Jakarta dan di Surabaya. RS Darurat dikhususkan bagi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala ringan (hijau) serta yang tidak bisa melakukan isolasi mandiri di rumah.

Pasien yang diterima merupakan rujukan dari rumah sakit atau puskesmas dengan hasil swab positif metode PCR. Di RS Darurat Covid-19 Secapa AD, juga tersedia ambulans yang siaga 24 jam.

”Pasien yang masuk ke sini kriterianya pasien Covid-19 gejala ringan. Ada prosedur di IGD dan pendaftaran untuk pengecekan final. Komite Penanganan Covid-19 Jabar sedang menyiapkan prosedur, karena rumah sakit darurat ini bukan hanya untuk wilayah Bandung tapi minimal Priangan, Tasikmalaya, Garut, dan sebagainya. Silakan datang ke sini dengan fasilitasi transportasi dari kami secara gratis,” terang Ridwan Kamil.

Nanti, pasien beraktivitas sesuai jadwal. Termasuk melakukan olahraga dan hiburan, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Pasien juga akan rutin dimonitor baik tanda vital fisik maupun saturasi oksigen. Sumber dana untuk insentif dan honor/gaji tenaga kesehatan dan relawan pun akan mengikuti peraturan yang sudah ada.

”Titip ke pengelola, bikin acara kreatif yang bikin tertawa, bahagia. Kegiatan outdoor olahraga dengan jaga jarak sehingga naik imunitas. Kemudian tadi saya titip internet segera dipasang agar pasien tidak bosan. Sambil terus dinasihati hal-hal yang positif. (Kebutuhan) lain-lain sudah diatur sesuai peraturan,” kata Ridwan Kamil.

Saksikan video menarik berikut ini: