RI Bakal Terapkan Terapi Stem Cell Untuk Pasien Covid-19

RI Bakal Terapkan Terapi Stem Cell Untuk Pasien Covid-19

Terbaiknews - JakartaCNBC Indonesia - Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro menegaskan ada progress...

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro menegaskan ada progress menggembirakan dari terapi stem cell yang dikembangkan oleh Profesor Ismail Hadisoebroto DilogoÂdari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

"Prof Ismail dari FK UI mengembangkan terapi mesenchymal stem cell (MSC) yang 2,5x lebih mudah sembuh pada kasus berat," katanya saat rapat kerja dengan Komisi IX bersama Kemenkes dan Kemenristek di Jakarta, Rabu (3/2/2021).

Selama ini, lanjutnya, memang sulit menemukan terapi apalagi untuk pasien covid-19 dengan gejala berat ke kritis. Sebab, sebagaimana terapi yang ada yaitu donor plasma konvalesen memang untuk pasien dengan gejala sedang ke berat.


"(gejala) berat ke kritis dengan ini cukup baik. Saat ini sedang diproses BPOM untuk mendapatkan izin. Terapi Official untuk covid-19, mengganti jaringan paru yang rusak karena covid-19," katanya.

Tak hanya itu, pemerintah juga mengembangkan metode tes PCR dengan metode baru lainnya, menggunakan air liur.

Sebelumnya Bambang mengatakan bahwa kelebihan dari tes ini adalah lebih nyaman dilakukan dan tidak memerlukan ekstraksi RNA seperti yang harus dilakukan saat swab.

Berbicara akurasi, studi juga menunjukkan bahwa metode saliva tingkat keakuratannya mencapai 99% dalam mengidentifikasi kasus negatif COVID-19. Para peneliti pun menyimpulkan bahwa penggunaan dan performa diagnostik yang baik menjadikan metode air liur ini alternatif yang baik untuk meningkatkan jumlah tes corona.

Dalam penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal kedokteran bergengsi JAMA Internal Medicine, pengujian berbasis air liur menunjukkan akurasi dalam mendeteksi virus corona sebesar 83 persen, menurut tinjauan data dari 16 studi yang melibatkan 5.900 partisipan.

Tidak hanya itu, tes Covid-19 saliva juga sudah dilakukan di sejumlah negara. Misalnya, Singapura,Hong Kong dan Taiwan yang sudah menggunakan metode uji Covid-19 dengan Saliva.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)