Rencana Libatkan NU-Muhammadiyah, Nadiem Diminta Datang Sendiri

Rencana Libatkan NU-Muhammadiyah, Nadiem Diminta Datang Sendiri

Terbaiknews - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim (Saifan Zaking/ JawaPos.com)

– Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdatul Ulama (NU) dan Persyarikatan Muhammadiyah memutuskan mundur dari Program Organisasi Penggerak (POP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Namun, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengindikasikan pihaknya akan menjadikan kedua lembaga besar tersebut sebagai mentor untuk suksesnya kegiatan POP.

“Kemendikbud juga akan semakin melibatkan peran-peran organisasi yang selama ini telah andil dalam upaya peningkatan pendidikan,” kata dia melalui telekonferensi pers, Jumat (24/7) malam.

Pengamat dan Praktisi Pendidikan Indra Charismiadji pun menanggapi kekisruhan itu. Dia menjelaskan bahwa jika benar seperti itu, hal ini merupakan suatu langkah yang tepat. Apalagi kedua organisasi itu mengatakan kekecewaannya atas tidak jelasnya proses seleksi.

“Langsung aja, ngga usah nunggu-nunggu, ini mau Lebaran Haji, sekalian aja silaturahmi. Itu cara Indonesia, ngga usah gengsi. Silaturahmi ke kantor NU dan Muhammadiyah, ngobrol lah disitu panjang lebar. Itu namanya musyawarah untuk mufakat, membangun manusia itu begitu polanya, ngga sama kayak aplikasi,” jelasnya kepada JawaPos.com, Sabtu (25/7).

Namun, Nadiem sendiri lah yang harus datang, jangan melalui perwakilan. Sebab, dirinya lah yang harus bertanggungjawab untuk memberikan penjelasan atas kisruhnya pelaksanaan POP, sekaligus juga meminta masukan kepada mereka yang telah lama berkecimpung di dunia pendidikan.

“Jangan nyuruh orang, beliau sendiri yang dateng silaturahmi, antar manusia, ini kan yang tersirat kan sebetulnya organisasi besar ini kan tidak dianggap, jadi kan harusnya harus persuasi personal yang dilakukan,” ujar dia.

“Susah amat, kan tinggal dateng aja bawa makanan, ngobrol bareng, santai, ngomong program, jelasin kalau ini tujuannya bagus kok, mungkin kemarin ada kekeliruan dari sisi teknis, mohon maaf, saya kan masih anak muda, masih belajar, tolong dibantu para senior, bantu saya, kan enak gitu,” sambung Indra.

Untuk memastikan apakah hal itu benar, JawaPos.com pun telah meminta penjelasan dari Kepala Biro Kerjasama dan Humas Kemendikbud Evy Mulyani dan juga Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Iwan Syahril. Namun, hingga informasi ini diberitakan, belum ada balasan mengenai hal tersebut.