Rekonstruksi Kasus Penyiraman Air Keras, Novel Baswedan Yakin: Pelaku Bukan Cuma Dua

Rekonstruksi Kasus Penyiraman Air Keras, Novel Baswedan Yakin: Pelaku Bukan Cuma Dua

Terbaiknews - Polda Metro Jaya melakukan rekonstruksi kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)Novel Baswedan. 

- Polda Metro Jaya melakukan rekonstruksi kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan.

Rekonstruksi digelar di rumah Novel di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat dini hari (7/2/2020) sekitar pukul 03.25 WIB.

Waktu konstruksi disesuaikan dengan waktu penyiraman terhadap Novelpada 11 April 2017.

Pada 11 April 2017, Novel disiram air keras di depan rumahnya setelah menunaikan salat subuh di Masjid Al-Ihsan.

Akibat penyiraman tersebut, Novel mengalami luka di bagian mata sebelah kiri.

Dua tersangka kasus tersebut sudah ditetapkan, yakni Rahmat Kadir dan Ronny Bugis.

Novelsempat menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya (6/1/2020) terkait kasus itu.

Novel yakin adanya pelaku lain selain kedua tersangka yang bertanggung jawab terhadap penyiraman air keras tersebut.

Ia juga menyatakan bahwa kasus ini termasuk penganiayaan berat dan berencana.

Hal tersebut diungkapkan Novel dalam tayangan Breaking News yangdiunggah pada kanal Youtube Kompas TV pada Kamis (6/2/2020).