Raih Opini WTP, Zainudin Amali Dinilai Berhasil Kembalikan Citra Kemenpora

Raih Opini WTP, Zainudin Amali Dinilai Berhasil Kembalikan Citra Kemenpora

Terbaiknews - Sebagai Ketua Panitia Penyelenggara Piala Dunia U-20 2021Menpora Zainudin Amali menegaskan bahwa sukses penyelenggaraansukses prestasidan sukses administrasi harus dapat diraih. Hal itu disampaikan Menpora pada diskusi virtual IDN Times bersama Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawandan Eks Manajer PSM Makassar Widya Syadzwina Situasi Room Lantai 9 Graha Pemuda Senayan Jakarta PusatJumat (20/7/2020) malam. 

, JAKARTA - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Menpora RI Zainudin Amali menerima Penyerahan langsung Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP), Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Kemenpora RI Tahun 2019 di Auditorium Wisma Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu (22/7/2020) kemarin.

Terkait hal itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin mengapresiasi kinerja Menpora.

Bagi Ujang, capaian WTP Kemenpora kali ini sangat luar biasa, karena sudah 10 tahun terakhir belum pernah didapatkan.

Ujang menilai, pencapaian ini membuktikan bahwa Zainudin Amali sebagai Menpora mampu membawa Kemenpora ke arah yang lebih baik.

"WTP ini mengembalikan citra Kemenpora sekaligus membantah yang selama ini dikesankan sebagai sarang tikus," kata Ujang di Jakarta, Kamis (23/7/2020).

Menurut Ujang, capaian ini tidaklah didapatkan dengan mudah, butuh kerja keras dan kemampuan melakukan reformasi birokrasi yang mumpuni.

"Kemampuan itulah yang menurut saya ditunjukkan oleh Menpora hari ini," ujar dia.

Ujang pun berharap agar kerja keras dan prestasi tersebut mampu di pertahankan oleh Menpora Zainudin Amali.

"Semoga pencapaian ini bisa dipertahankan minimal selama periode kepemimpinan Pak Menpora Zainudin Amali ini," harapnya.

Seperti diketahui, Kemenpora terakhir kali mendapatkan opini WTP pada tahun 2009, selanjutnya berturut-turut Kemenpora hanya menerima opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP), ditambah lagi tahun 2005 dan 2016 mengalami keterpurukan dengan menyandang opini Tidak Menyatakan Pendapat (TMP) atau Disclaimer.[]