Putra Mahkota Arab MBS Luncurkan Kota Bebas Karbon

Putra Mahkota Arab MBS Luncurkan Kota Bebas Karbon

Terbaiknews - JakartaCNBC Indonesia - Putra mahkota Arab SaudiPangeran Mohammed bin Salman (MBS)mengumumkan...

Jakarta, CNBC Indonesia - Putra mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), mengumumkan rencana pembangunan kota nol karbon di NEOM.

NEOM merupakan proyek konstruksi besar pertama untuk zona bisnis utama senilai US$ 500 miliar (Rp 7 kuadriliunÂatau Rp 7.000 triliun, asumsi 14.049 per US$) yang bertujuan untuk mendiversifikasi ekonomi pengekspor minyak terbesar dunia tersebut.


Dalam penampilannya di televisi, MBS mengatakan kota yang nantinya akan dikenal sebagai 'The Line' ini akan membentang lebih dari 170 km (105 mil) dan dapat menampung satu juta penduduk.

"Mengapa kita harus mengorbankan alam demi pembangunan? Kita perlu mengubah konsep kota konvensional menjadi kota yang futuristik," ujar Pangeran MBS, dikutip dari Reuters, Senin (11/01/2021).

"(Ini) pembangunan perkotaan yang positif karbon, yang didukung oleh 100% energi bersih," lanjutnya.

Pangeran kemudian mengatakan kepada wartawan di kota barat laut Al Ula bahwa proyek tersebut adalah akhir dari persiapan selama tiga tahun. Ia juga mengatakan bahwa infrastrukturnya akan menelan biaya US$ 100 miliar hingga US$ 200 miliar (sekitar Rp 1,4-2,8 kuadriliun).

"Tulang punggung investasi di 'The Line' akan datang dari dukungan US$ 500 miliar kepada NEOM oleh pemerintah Saudi, PIF, dan investor lokal dan global selama 10 tahun," tambahnya.

Dana kekayaan kedaulatan kerajaan, Dana Investasi Publik (PIF), adalah investor utama di NEOM, di mana pengembangan teknologi tinggi di area seluas 26.500 km2 di Laut Merah ini akan dibangun dengan beberapa zona, termasuk daerah industri dan logistik yang rencananya selesai pada 2025.

Ada beberapa informasi mengenai NEOM sejak diumumkan oleh penguasa de facto Pangeran MBS pada 2017, yakni sebagai pilar dari Visi 2030 yang rencananya untuk menyingkirkan ketergantungan Arab Saudi pada pendapatan minyak mentah.

Sebuah pernyataan Saudi mengatakan konstruksi akan dimulai pada kuartal pertama 2021 dan kota itu diharapkan menyumbang US$ 48 miliar untuk produk domestik bruto kerajaan dan menciptakan 380.000 pekerjaan di negara tersebut.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)