Punya 2 Jimat, Presiden Meksiko Lopez Obrador Positif Covid

Punya 2 Jimat, Presiden Meksiko Lopez Obrador Positif Covid

Terbaiknews - JakartaCNBC Indonesia - Presiden Meksiko Andrés Manuel López Obrador...

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Meksiko Andrés Manuel López Obrador dinyatakan positif terjangkit Covid-19 dengan gejala ringan. Hal ini disampaikan López Obrador melalui akun Twitter resminya, menambahkan ia sedang dalam perawatan medis.
"Saya menyesal memberitahu Anda bahwa saya terinfeksi COVID-19," tweetnya pada Minggu (24/1/2021). "Gejalanya ringan tapi saya sudah menjalani perawatan medis. Seperti biasa, saya optimis. Kami semua akan maju."
José Luis Alomía Zegarra, direktur epidemiologi Meksiko, mengatakan López Obrador memiliki kasus COVID-19 yang "ringan" dan "diisolasi di rumah". Dia memiliki tim dokter yang menjaganya, sebagaimana dilaporkan Associated Press (AP News).
Presiden Meksiko menulis bahwa Sekretaris Dalam Negeri Olga Sánchez Cordero akan mengambil alih untuknya sementara dia pulih, dan dia tampaknya akan muncul di konferensi berita harian López Obrador, di mana dia biasanya berbicara selama dua jam tanpa istirahat setiap hari kerja.
Sebelum dinyatakan positif Covid-19, López Obrador sering dikritik karena penanganannya terhadap pandemi virus corona di negaranya dan karena tidak memberikan contoh pencegahan di depan umum.
Pria berusia 67 tahun ini jarang terlihat mengenakan masker dan terus sibuk dengan jadwal perjalanan dengan menggunakan penerbangan komersial.
Dia juga menolak melakukan penguncian ekonomi, yang menimbulkan kehancuran pada masyarakat Meksiko. Padahal negara ini mencatat hampir 150.000 kematian karena Covid-19 dan lebih dari 1,7 juta orang positif terinfeksi.
Di awal pandemi, ketika ditanya bagaimana dia melindungi Meksiko, López Obrador mengeluarkan dua jimat agama dari dompetnya dan dengan bangga memamerkannya.
"Perisai pelindungnya adalah 'Dapatkan engkau di belakangku, Setan'," kata López Obrador, membacakan tulisan di jimat, "Berhenti, musuh, karena Hati Yesus bersamaku."
Terlepas dari usianya dan tekanan darah tinggi, serta menjalani operasi setelah serangan jantung, López Obrador mengatakan dia tidak akan melakukan vaksinasi. Tapi dia menjalani tes virus corona seminggu sekali.
Pada usianya dan dengan kondisi kesehatannya yang ada, giliran López Obrador untuk mendapatkan vaksin masih bisa berminggu-minggu lagi karena negara masih bekerja untuk memvaksinasi petugas kesehatan garis depan.
Sebelumnya, López Obrador dijadwalkan berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin (25/1/2021) mengenai hubungan bilateral dan penyediaan dosis vaksin Sputnik V. Meski vaksin tersebut belum disetujui untuk digunakan di Meksiko, tetapi pemerintah sangat ingin mengisi celah pasokan untuk vaksin Pfizer.



[Gambas:Video CNBC]

(dru)