Puluhan Ribu Personel Disiapkan untuk Pengamanan Pilkada Malang

Puluhan Ribu Personel Disiapkan untuk Pengamanan Pilkada Malang

Terbaiknews - Kapolres Malang AKBP Hendri Umar (kedua kiri) melakukan pengecekan kesiapan pasukan di halaman Stadion KanjuruhanKabupaten MalangJawa TimurJumat (27/11). (Vicki Febrianto/Antara)

–Kepolisian Resor (Polres) Malang menyiapkan puluhan ribu personel gabungan untuk mengamankan pelaksanaan pemungutan suara pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Malang 2020.

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar mengatakan, setiap tempat pemungutan suara (TPS) akan diamankan oleh unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI), Polri, dan anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas). ”Rekan Linmas ini yang paling utama. Nanti diturunkan 12 ribu anggota Linmas,” kata Hendri seperti dilansir dari Antara di Kabupaten Malang.

Hendri menjelaskan, di lima TPS di wilayah Kabupaten Malang, pada saat pelaksanaan pemungutan suara, akan diamankan 10 anggota Linmas, dua anggota Polri, dan anggota TNI yang melakukan monitoring dari jarak yang telah ditentukan. Jumlah tersebut katagori TPS aman. Sementara untuk TPS yang dinilai rawan, pihaknya akan menambah jumlah personel.

Selain melakukan pengamanan di TPS, lanjut Hendri, seluruh pemangku kepentingan yang ada di wilayah Kabupaten Malang juga akan secara ketat menerapkan protokol kesehatan pada saat pelaksanaan pemungutan suara.

”Pelaksanaan pemungutan suara ini di tengah pandemi COVID-19. Sehingga pengamanan saat di TPS ini benar-benar harus mengutamakan protokol kesehatan,” tutur Hendri.

Jumlah TPS di wilayah Kabupaten Malang, tercatat kurang lebih 4.999 TPS. Di setiap TPS, maksimal hanya bisa dihadiri tidak lebih dari 500 Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Pilkada Malang, akan diikuti tiga pasangan calon. Yakni Pasangan Calon Nomor Urut 1 Sanusi dan Didik Gatot Subroto (SanDi), yang merupakan pasangan petahana, diusung enam partai politik yaitu PDIP, Nasdem, Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Gerindra, dan PPP. Pasangan Nomor Urut 2 Lathifah Shohib dan Didik Budi Muljono (LaDub) yang diusung PKB dan Partai Hanura. Dan pasangan Heri Cahyono dan Gunadi Handoko (Malang Jejeg) yang merupakan pasangan dari jalur perseorangan.

Hendri menambahkan, pihaknya sudah melakukan pemetaan terhadap 14 TPS yang berpotensi rawan mengalami keterlambatan pengiriman logistik pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Malang 2020. Kerawanan terkait keterlambatan tersebut karena kondisi geografis dari 14 wilayah tersebutyang cukup jauh dari wilayah lain.

”Ada sekitar 14 TPS yang kami anggap rawan. Kerawanannyakarena memang lebih pada kondisi geografisdan susah ditempuh,” kata Hendri.

Hendri menjelaskanbeberapa wilayah yang dinilai rawan tersebut di antaranya berada di Kecamatan Ampelgading, Tirtoyudo, dan Kasembon. Logistik yang dikhawatirkan akan mengalami keterlambatan tersebut, antara lain surat suara, kotak suara, alat pelindung diri (APD), dan sejumlah kelengkapan petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) seperti masker, face shield, dan sarung tangan.

Saksikan video menarik berikut ini: