Pukul Tim Pemakaman karena Jenazah Keliru, 2 Orang Jadi Tersangka  

Pukul Tim Pemakaman karena Jenazah Keliru, 2 Orang Jadi Tersangka  

Terbaiknews - MalangIDN Times - Kasus video viral petugas pemulasaraan salah memakamkan jenazah yang berujung...

Malang, IDN Times - Kasus video viral petugas pemulasaraan salah memakamkan jenazah yang berujung pada pemukulan memasuki babak baru. Dua orang pelaku yang melakukan pemukulan yakni BHO (25) dan MNH (21) ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan karena melakukan pemukulan terhadap petugas pemulasaraan jenazah dari Public Safety Center (PSC). Usai penetapan tersebut, salah satu pelaku yakni MNH menceritakan bagaimana peristiwa tersebut yang memicu insiden pemukulan itu terjadi.

1.ÂTerjadi perubahan jadwal pemakaman

Pukul Tim Pemakaman karena Jenazah Keliru, 2 Orang Jadi Tersangka  Pelaku MNH saat menjelaskan kronologi terjadinya pemukulan dan salah jenazah saat pemulasaraan. IDN Times/Alfi Ramadana

MNH menceritakan bahwa awalnya pada Rabu (27/1/2021) malam, ia bersama seorang saudara sepupunya datang ke RS Saiful Anwar untuk menunaikan wasiat dari almarhum sang ayah yakni mengkafani sampai selesai. Setelah melalui negosiasi dengan pihak rumah sakit, akhirnya keduanya diperbolehkan melakukan pengkafanan kepada sang ayah sampai selesai.

Setelah itu, MNH berinisiatif menanyakan perihal jadwal pemulasaraan jenazah ayahnya. Ia pun diminta untuk menghubungi koordinator dari PSC.

"Awalnya saya mendapat informasi bahwa jenazah ayah saya akan dimakamkan ada kloter kedua. Setelah itu saya pulang dan keesokan harinya ke TPU Kasin untuk melihat kesiapan pemakaman. Setelah itu saya tanya lagi kepada petugas mengenai kepastian jam pemakaman. Kemudian saya dapat info kalau jadwal mundur dan ayah saya mendapat jatah kloter keempat," terangnya Kamis (29/1/2021).

2.ÂSudah dapat kabar tengah hari

Pukul Tim Pemakaman karena Jenazah Keliru, 2 Orang Jadi Tersangka  MNH saat menjelaskan terkait insiden pemukulan. Ia mengaku emosi lantaran petugas keliru membawa jenazah. IDN Times/ Alfi Ramadana

Setelah mendapat kabar tersebut, dirinya kemudian menanyakan jam kemungkinan jenazah ayahnya tiba di TPU Kasin. Tetapi, pihak PSC menyatakan bahwa tidak bisa memastikan karena memang proses dan waktu yang diperlukan untuk memakamkan berbeda-beda.

MNH kemudian pulang ke rumah sembari menunggu konfirmasi lanjutan. Sekitar pukul 12.00 WIB, ia mendapat kabar dari koordinator tim PSC bahwa pada jam tersebut tim sudah memberangkatkan jenazah kloter ketiga dan meminta diringa untuk mempersiapkan pemakaman. Setelah mendapat kabar itu, dirinya bersama saudara sepupu berangkat ke RSSA. Sesampainya di sana, ternyata tim PSC mendahulukan jenazah lainnya karena berada satu lokasi.

"Saya tidak masalah dengan hal itu dan kemudian memastikan kepada petugas bahwa kloter berikutnya adalah jenazah ayah saya. Tetapi ternyata kloter berikutnya bukan jenazah ayah saya," tambahnya.

3.ÂSempat adu argumen dengan petugas

Pukul Tim Pemakaman karena Jenazah Keliru, 2 Orang Jadi Tersangka  Tangkapan gambar petugas keliru memulasarakan jenazah. Dok/istimewa

MNH pun emosi. Karena dirinya terus mendesak, ada seorang petugas lain yang ikut emosi. MNH pun sempat ingin mengambil paksa jenazah. Kondisi tersebut sempat menimbulkan gesekan sedikit antara pihak keluarga dan petugas PSC.

"Mungkin karena petugas itu capek, jadi dia emosi. Padahal saya hanya ingin menjelaskan bahwa saat itu giliran jenazah ayah saya yang dimakamkan. Saya sempat emosi dan memaki petugas. Mereka tidak terima dan sempat bersitegang dengan kami," katanya.

4.ÂTak menyadari jika jenazah keliru

Pukul Tim Pemakaman karena Jenazah Keliru, 2 Orang Jadi Tersangka  Tangkapan gambar video pemakaman salah jenazah. Dok/Istimewa

Setelah sempat bersitegang, akhirnya MNH dan sang kakak sepupu memilih untuk menerima keputusan dari petugas dan pulang ke rumah untuk mempersiapkan pemakaman. Selang beberapa waktu, jenazah tiba di TPU Kasin. MNH bersama keluarga belum menyadari bahwa jenazah yang dibawa tertukar. Bahkan pihaknya sempat menyolatkan jenazah tersebut di makam sebelum dimasukkan ke liang lahat. Ia baru sadar ketika jenazah ayahnya dimasukkan liang lahat. Kondisi tersebut kemudian membuat situasi kembali kacau.

"Kakak sepupu saya langsung berlari keluar mencari petugas yang katanya koordinator. Tetapi yang ditemui petugas lain yang malah marah-marah dan membuat situasi makin kacau. Kakak saya emosi dan langsung bersitegang dengan petugas. Saya juga secara spontan ikut tersulut emosi dan langsung memukul salah satu petugas," terangnya.

5.ÂTerancam hukuman 5 tahun penjara

Pukul Tim Pemakaman karena Jenazah Keliru, 2 Orang Jadi Tersangka  Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata saat menjelaskan terkait kasus pemukulan petugas PSC. IDN Times/Alfi Ramadana

Sementara itu, Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata menjelaskan bahwa atas tindakan tersebut kedua pelaku dikenai pasal 170 KUHP tentang tindak pidana kekerasan secara bersama-ama di muka umum terhadap orang atau barang. Ancaman hukuman yang dikenakan adalah 5 tahun penjara.

"Hingga detik ini, kami belum menerima pencabutan berkas atau perdamaian. Yang kami lakukan ini adalah penegakan hukum. Tapi penegakan hukum yang berkeadilan, dan berkemanusian. Mereka juga mau berdamai, itu perkara kekhilafan. Dalam hal ini komitmen kepolisian yang penting adalah untuk menjaga keamanan daripada petugas. Karena memang tidak boleh petugas dianiaya," tutupnya.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.