Proyek Pasar Kepuhkiriman Sidoarjo Mangkrak 4 Tahun

Proyek Pasar Kepuhkiriman Sidoarjo Mangkrak 4 Tahun

Terbaiknews - TERBENGKALAI: Bangunan Pasar Kepuhkiriman mangkrak sejak 2016. Proyek pembangunan pasar kembali dilelang tahun ini. (Alfian Rizal/Jawa Pos)

– Pasar Kepuhkiriman dibangun mulai 2013. Namun, hingga kini, pembangunan fasilitas jual beli kebutuhan pokok dan pangan di Waru itu belum rampung.

Dari pantauan Selasa (15/9), kondisinya masih berbentuk kerangka. Sekelilingnya dipagari seng dan dipenuhi tumbuhan liar.

Ya, pembangunan tersebut mangkrak lebih dari empat tahun. Semula kontrak pemborong tuntas pada 2015, kemudian diperpanjang. Namun, pada 2016, kontraktor tidak bisa memenuhi target Pemkab Sidoarjo. Akhirnya, bangunan pasar yang direncanakan menjadi pasar semimodern tersebut berhenti sampai lantai 2.

Karena itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo berupaya mengambil alih kembali pembangunan pasar. Hal itu bertujuan untuk percepatan penyelesaian proyek.

’’Kami sudah memutus hubungan kerja sama dengan pemborong nakal itu,’’ ujar Kabid Pasar Disperindag Sidoarjo Nawari.

Dia menyatakan, mulai 2019, dinas mendesak pemborong pembangunan Pasar Kepuhkiriman untuk menyerahkan bangunan fisik ke pemkab. Pada triwulan kedua, objek sudah diserahkan.

Nawari menjelaskan, proyek pasar semimodern di Kepuhkiriman masih layak dilanjutkan. Karena itu, pembangunannya segera dilelang kembali. ’’Adapun pemborong nakal itu masuk blacklist atau catatan hitam,’’ katanya.

Nawari menyampaikan alasan mandeknya pembangunan Pasar Kepuhkiriman. Yakni, kontraktor punya masalah finansial. Perusahaannya mengikuti banyak proyek pembangunan. Saking banyaknya, semua pasar yang digarap akhirnya terbengkalai, termasuk Pasar Kepuhkiriman dan Suko. ’’Aktivitas kontraktor ini sangat dibatasi di Kabupaten Sidoarjo,’’ terangnya.

  • Unesa Tegur Panitia PPKMB yang Viral Bentak Maba

Kondisi terkini, pembangunan Pasar Kepuhkiriman baru mencapai 37 persen. Rencananya, dibangun tiga lantai dengan luas lahan 3.000–5.000 meter persegi. Jumlah tampungan sekitar 450 kios. Desain pasar dibentuk semimodern seperti Pasar Tulangan, Sukodono, dan Porong Baru.

Pasar Kepuhkiriman berdekatan dengan Pasar Wadungasri yang merupakan pasar basah. Dengan begitu, dua pasar yang terletak di perbatasan Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo tersebut bisa saling melengkapi. Disperindag Sidoarjo sangat berharap pembangunan pasar dilanjutkan tahun depan. ’’Sangat memacu pertumbuhan ekonomi Sidoarjo. Yaitu, modernisasi pasar,’’ kata Kepala Disperindag Sidoarjo Tjarda.

Saksikan video menarik berikut ini: